Dia menilai beragam aspek yang ada di daerah ini masih perlu perhatian lebih. Contohnya masih banyak ditemukan kekumuhan di sudut-sudut kota, warga yang tidak jelas pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kondisi ini membuat hatinya tersentuh.

“Yang membuat saya miris sebenarnya kenapa Babar yang punya potensi besar seperti ini masyarakatnya harus semua bergumul dengan circle yang berbicara dengan kemiskinan karena banyak hal tadi. Dari kakek, neneknya, sampai cicitnya,” katanya.

“Rasanya kita perlu bersama-sama dan bekerja, karena saya yakin Babar punya potensi yang sangat besar. Kita jangan lupa bahwa orang Mentok yang ketemu dengan founding father, belajar politik, belajar demokrasi dengan Pak Karno dan Pak Hatta,” ungkapnya.

Baca Juga  Petualangan 2 Pengedar Sabu dan Ekstasi di Airgantang Tamat usai Dibekuk Polisi

Keistimewaan histori daerah ini, diakui dia, harus dibangkitkan. Oleh karena itu, Babar hanya perlu sosok pemimpin (leader) yang bisa menggerakkan ragam potensi ada semua. Dan dirinya meyakini bahwa kemampuannya saat ini bisa membawa perubahan itu.

“Insya allah, mudah-mudahan dengan pengalaman saya pimpin organisasi di luar. Saya kebetulan Ketua Umum IWAPI Jabar dan Wakil Ketua Umum KADIN Jabar bisa nanti kita coba kerja sama dengan teman-teman yang ada di Babar nantinya,” katanya.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Ketua (Badri Syamsu, red), saya mohon izin petunjuk dan arahan untuk jadi murid di PDIP dalam rangka memberikan yang terbaik untuk masyarakat babar,” jelas Alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 62 Lemhanas RI itu.

Baca Juga  Begini Kronologi Terungkapnya Ayah Tiri Bejat di Bangka Barat Tega Setubuhi Anak