Qarun dan Paradoks Pertambangan Mineral
Karya: Heri Suheri, C.IJ.,C.PW., CA-HNR.,C.FLS
Cerita ini dimulai dari sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh tambang mineral, terdapat salah satu seorang pembesar desa yang bernama Qarun.
Qarun adalah sosok yang angkuh dan korup saat itu, memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya tanpa memperdulikan nasib warga lainnya.
Hari-hari berlalu, warga desa semakin terpuruk akibat rusak parahnya lingkungan dan semakin minimnya lahan produktif untuk pertanian atau perkebunan yang diakibatkan dari pengerukan tambang mineral yang semakin intensif tanpa memperhatikan kaidah pertambangan yang baik tentunya merusak lingkungan dengan cepat dan parah, tidak bertanggung jawab dan banyak melanggar legalitas yang ada.
Penduduk desa merasa keberatan dengan pengerukan yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat, namun Qarun yang terlalu angkuh menolak mendengarkan suara masyarakat.
Suatu hari, terjadi paradoks mengejutkan. Saat Qarun sedang mengamati proses pengerukan tambang, tiba-tiba tanah di bawah kakinya mulai terbelah dan menelan Qarun secara tiba-tiba.
Warga yang menyaksikan kejadian itu terkejut dan bingung. Mereka yang tadinya takut melawan kekuasaan Qarun, kini terpecah antara lega dan khawatir dengan nasib desa mereka.
Keesokan harinya, warga desa merasa tersadarkan akan pentingnya keseimbangan alam karena kejadian Qarun yang korup dan angkuh telah lenyap tertelan bumi.
Pembesar lainnya, mulai belajar dari kejadian tersebut untuk menata kembali sikap untuk langkah perbaikan terhadap bahayanya korup dan angkuh yang terjadi selama ini.
Warga mulai menyadari bahwa masalah sejatinya bukan hanya pada individu pemimpin, namun sistem yang korup yang telah merajalela di desa mereka.
Sebelumnya pada malam yang gelap, terdengar suara aneh dari dalam tambang mineral.
Banyak warga desa yang penasaran memutuskan untuk menyelidiki suara misterius tersebut.
