Karya: Heri Suheri, C.IJ.,C.PW., CA-HNR., C.FLS.

Satire tua adalah seorang seorang penjahit pakaian terbaik dan rapih di desanya. Usia Satire tua sudah menginjak senja, di atas 70 tahun, Satire tua dikenal selain orang yang ramah dan mudah bergaul jahitannya pakaiannya bagus, ongkos jahitannya terjangkau bagi masyarakat desanya.

Namun, di balik kesederhanaan dan senyum manisnya, Satire menyimpan sebuah rahasia terpendam dan merasa berdosa selama ini resah terhadap rahasia dirinya. Dalam kesehariannya, Satire seringkali terlihat menjahit pakaian dari pagi di tailor sederhananya di sudut jalan sampai petang.

Penduduk desa sekitar menganggapnya sebagai sosok orang tua yang gigih bekerja, yaitu menjahit berbagai model pakaian dengan penuh semangat dan tepat waktu. Namun, sedikit dari mereka yang tahu bahwa Satire sebetulnya memiliki peran tersendiri dalam korupsi yang merajalela di industri pertambangan mineral.

Baca Juga  Kartini Masa Kini

Kisah ini dimulai ketika sebuah perusahaan tambang besar, Perwakilan perusahaan, datang ke desa kecil tempat tinggal Satire. Mereka datang dengan janji manis akan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi penduduk desa tersebut.

Namun, di balik layar, niat baik mereka hanya menjadi topeng bagi aksi korupsi yang mereka lakukan. Satire tidak luput dari peran dalam kasus korupsi ini. Sebagai penjahit terkenal di desa, dia dipekerjakan oleh para pejabat korup tersebut untuk menjahit seragam karyawan tambang mereka.

Namun, Satire tahu betul bahwa uang yang ia terima sebenarnya adalah hasil dari pencucian uang dan penindasan dan pengrusakan lingkungan alam terhadap penduduk desa. Dalam diam, Satire mulai merancang sebuah sindiran melalui jahitannya.

Baca Juga  17 Tahun Lalu

Ia menjahit (Rompi pink bergaris hitam) meniru pakaian yang di tontonnya di media televisi menjadi simbol dari kepalsuan para koruptor yang menghancurkan desa itu. Warna (Pink bergaris hitam) yang mencolok melambangkan kebohongan dan ketidakjujuran yang selalu mengelilingi para pembesar oknum pejabat tersebut.

Setiap jahitan pada (Rompi Pink bergaris hitam) yang diciptakan ia tiru persis seperti yang ada di siaran berita korupsi di televisi nasional. Menurut pemahaman Satire bahwa corak warna tersebut memiliki makna tersendiri, yaitu jahitan pertama melambangkan kedok kebaikan para oknum pejabat yang sebenarnya hanya ingin memperkaya diri sendiri.