Usai menyerang anaknya, pelaku Hasan langsung berjalan ke arah dapur dan masih sempat mengutarakan kata maaf.

Pelaku kemudian menenggak cairan di dalam botol yang diduga racun. Tak lama berselang pelaku Hasan dalam kondisi lemas.

Frans sempat membangunkan adiknya dan melihat kakaknya sudah terluka di bagian tangan.

Melihat kondisi Ayahnya sudah tak berdaya, kedua saksi langsung bergegas menghubungi tetangga untuk meminta dibukakan pintu yang masih dalam kondisi terkunci.

Oleh warga korban korban langsung dilarikan ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.

Sementara tetangga korban, Awi (50) mengatakan dirinya ditelpon oleh anak korban untuk meminta pertolongan. Pertolongan pun segera datang, usia warga membuka paksa pintu rumah dan mengevakuasi para korban ke RSUD Depati Hamzah.

Baca Juga  Bawaslu Babel Fokus Selesaikan Tiga Agenda Penting di Akhir Tahun

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Riza Rahman mengatakan usai dilarikan ke RSUD Depati Hamzah, korban dan pelaku langsung ditangani tim medis.

Sekitar pukul 02.00 Wib, Hasan menjalani perawatan medis karena kondisinya tidak sadarkan diri dengan kondisi bagian bibir membiru.

Sementara sekitar pukul 03.28 Wib jenazah Fit Siu In dilakukan visum luar dengan beberapa luka di sekukur badannya.

“Sekitar pukul 04.30 Wib jenazah korban dibawa ke rumah duka di Kelurahan Semabung Lama menggunakan kendaraan Yayasan Rumah Duka Bhakti Sosial,” jelasnya.

Riza mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman kasus terkait motif kejadian yang dilakukan oleh seorang laki laki yang tak lain adalah suami korban.

Baca Juga  Anak Durhaka! Residivis di Pangkalpinang Tega Aniaya Ibu Kandung

“Masih kita dalami kasusnya. Sementara tim sudah mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP),” terang Riza.