Kemudian, untuk tindak pidana pencurian sepeda motor (Curanmor) terdapat satu kasus. Barang bukti berupa satu unit sepeda motor dan satu unit mobil pikap. Disusul pencurian dengan kekerasan (Curas) satu kasus dengan barang bukti delapan janjang buah sawit serta satu unit alat panen. Lalu, satu kasus penadahan hasil barang curian berupa satu unit handphone android.

“Terakhir kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT-Red). Semua kasus saat ini masih terus ditangani,” jelas Elpiadi.

Di sisi lain sambung dia, banyaknya kasus yang berhasil diungkap selama bulan April tak terlepas dari peran serta anggota di lapangan. Tingginya kasus kriminalitas belakangan ini juga membuat pihaknya akan terus mendalami latar belakang penyebabnya. Mengingat sejumlah hasil pencurian yang diungkap juga memiliki barang bukti dengan nilai jual yang tidak seberapa.

Baca Juga  Kejari dan Pemkab Basel Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pajak Walet

Ditambah kondisi perekonomian masyarakat di Bangka Belitung tengah tidak baik-baik saja lantaran mega korupsi komoditas timah. Perlunya penelitian lebih mendalam dan korelasi antara tingginya kasus kriminalitas dan kondisi ekonomi. Pasalnya, berdasarkan teori kejahatan seseorang akan melakukan tindak pidana kejahatan jika kebutuhan mereka tidak terpenuhi.

“Apakah ini ada kaitan dengan situasi saat ini kurang baik-baik saja. Perlu penelitian lebih dalam, apalagi ada residivis. Jadi perlu kita evaluasi apakah ada kaitan dengan perekonomian saat ini,” sebutnya.

Kendati begitu Elpiadi turut mengingatkan para pelaku kejahatan untuk tidak melakukan tindak kejahatan. Oleh karena itu, tidak segan-segan memberikan tindakan tegas kepada para pelaku kejahatan. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui atau menjadi korban tindak pidana kriminalitas.

Baca Juga  Hendak Kabur saat Penggerebekan, Pengedar Ekstasi di Sukadamai Diringkus 

“Kami akan terus memburu para pelaku yang masih berkeliaran. Kami juga tidak segan melumpuhkannya jika melawan,” pungkas Elpiadi.