Ini merupakan tipe diabetes yang paling sering dialami banyak orang. Diabetes tipe-2 adalah kondisi saat tubuh tidak dapat mengendalikan gula darah, termasuk mengubahnya menjadi energi.

Diabetes tipe-2 biasanya disebabkan sel pada lemak dan liver menjadi resisten terhadap insulin sehingga insulin tidak dapat mengelola gula darah secara normal. Selain itu, bisa juga dikarenakan pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup untuk mengelola gula darah.

Nah, pemicu diabetes tipe-2, biasanya berawal dari gaya hidup tidak sehat dan pola makan yang buruk. Jadi, hati-hati ya, Sahabat MIKA!

Mengendalikan Diabetes

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, diabetes adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Hal yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan kadar gula darah agar di masa mendatang, penyakit tersebut tidak menjadi komplikasi yang parah.

Baca Juga  Bojan Hodak Terpilih Best Coach Of The Week Pekan 15 BRI Liga 1 2023/24

Tanpa adanya pengendalian kadar gula darah, kita bisa mengalami berbagai komplikasi parah.

Secara umum, menurut berbagai penelitian, dua faktor penting yang menyebabkan diabetes tidak terkendali adalah obesitas dan kurangnya aktivitas fisik atau olahraga.

Makanya, sangat penting untuk penderita diabetes mengubah gaya hidup demi menjaga kadar gula darah. Gaya hidup tersebut mencakup pola makan dan olahraga.

1. Pola Makan Sehat secara Umum

Menurut Journal of Education and Health Promotion, Anda dapat menerapkan pola konsumsi yang sehat seperti berikut ini:

●Menghindari makanan dan minuman mengandung gula buatan, semisal soda, permen, boba, dan lain-lain. Makanan dan minuman ini bisa memicu lonjakan gula darah yang tinggi
●Menghindari makanan yang mengandung lemak hewani, semisal mentega, lemak babi, kuning telur, dan lain-lain
●Mengurangi konsumsi garam
●Membatasi asupan daging, baik daging sapi, ikan, dan ayam
●Berhenti merokok
●Perbanyak mengonsumsi air mineral, sayur-sayuran hijau, tomat, bawang putih, mentimun, terong, paprika, salad tanpa krim, dan lain-lain
●Boleh mengonsumsi teh, kopi, atau minuman lain yang mengandung kalori rendah atau tanpa kalori sama sekali
●Untuk yang sedang sakit dan tidak bisa makan makanan padat, bisa mengonsumsi buah pepaya, kacang kedelai, kustar, dan lain-lain
●Untuk yang menjalani terapi insulin, harus mendapat asupan tiga kali makan berat ditambah kudapan sehat di antara jadwal makan berat. Contoh kudapan: buah-buahan, biskuit, salad, dan lain-lain
●Lebih baik makan porsi kecil tetapi intensitas banyak daripada makan besar satu atau dua kali saja

Baca Juga  Hadapi Burundi di FIFA Matchday, Elkan Baggot Siap Tampil Maksimal

2. Aktivitas Fisik

Menurut penelitian Diabetes Care, untuk mengendalikan kadar gula darah, penderita diabetes harus berolahraga setidaknya 150 menit per minggu. Intensitasnya bisa disesuaikan dengan kemampuan Anda, bisa dari sedang hingga berat.

Jenis olahraga yang dianjurkan adalah olahraga aerobik, semisal:

●jalan sehat,
●menari,
●senam aerobik,
●berenang,
●bersepeda
●olahraga permainan (sepakbola, basket, dan lain-lain)

Rutin Periksakan Diri ke Dokter

Seperti penjelasan di atas, diabetes tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, kadar gula darah dalam tubuh masih dapat dikendalikan agar tidak memicu komplikasi.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah kadar gula darah masih terkendali atau tidak adalah dengan rutin memeriksakan diri ke dokter.(Dilansir dari Mitrakeluarga.com)