Kojic acid merupakan bahan alami yang berasal dari fermentasi beras dan biasanya digunakan untuk membuat sake atau arak khas Jepang. Meski bisa memutihkan kulit, bahan ini juga bisa menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit sehingga tidak cocok untuk kulit senstitif.

2. Arbutin

Arbutin dikenal efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi kulit, sehingga sering digunakan sebagai bahan utama dalam produk untuk memutihkan kulit serta mengatasi bercak hitam dan kulit kusam. Arbutin berasal dari daun bearberry, cranberry, mulberry, dan pohon pir.

3. Ekstrak tumbuhan

Beberapa produk krim pemutih ada yang ditambahkan ekstrak bahan-bahan alami, seperti lemon, timun, kacang kedelai, teh hijau, atau raspberry. Kandungan antioksidan pada ekstrak tumbuhan tersebut dipercaya dapat memutihkan kulit. Namun, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Baca Juga  Mengenal Macam-Macam Letak Jerawat dan Penyebabnya

4. Tretinoin

Zat yang bernama lain retinoid ini dapat mengurangi pembentukan melanin, sehingga efektif untuk memutihkan kulit. Namun, obat ini tidak boleh digunakan pada wanita hamil atau sedang dalam program hamil.

Tretinoin juga tidak cocok digunakan oleh pemilik kulit kering dan sensitif karena dapat menyebabkan iritasi.

Bahan-Bahan Berbahaya dalam Krim Pemutih Kulit

Selain bahan-bahan di atas, ada beberapa bahan pemutih yang ternyata tidak aman, tetapi terkadang masih ditambahkan di dalam produk krim pemutih. Berikut ini adalah beberapa bahan krim pemutih yang perlu Anda waspadai:

Hidrokuinon

Hidrokuinon (hydroquinone) sering kali digunakan sebagai bahan utama krim pemutih karena dapat menghambat produksi melanin atau pigmen alami kulit. Meski demikian, kadarnya harus dibatasi.

Baca Juga  Pernah Dengar Buah Angkung?Ternyata Ini Segudang Manfaatnya

Bila kadarnya berlebihan, hidrokinon dapat menimbulkan gejala berupa kulit kemerahan dan sensasi terbakar atau tersengat.

Merkuri

Beberapa produk krim pemutih kerap menggunakan merkuri, karena dipercaya dapat membuat kulit tampak putih dan cerah dalam waktu singkat. Meski demikian, dampaknya terhadap kesehatan tidak dapat disepelekan.

Bila kadar merkuri yang digunakan lebih dari 0,007%, dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal, sistem saraf, kulit gatal, dan keracunan merkuri.

Kortikosteroid

Kortikosteroid digunakan untuk mengatasi peradangan pada kulit. Pada kasus tertentu, obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah kelainan warna kulit, tetapi hanya boleh dipakai dalam jangka pendek dan sesuai resep dokter.

Kortikosteroid tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai pemutih kulit dalam jangka panjang, karena bisa menimbulkan berbagai efek samping berbahaya, seperti penipisan kulit, daya tahan tubuh melemah, peningkatan tekanan darah, dan sindrom Cushing.

Baca Juga  Bantu Atasi Kram saat Hamil Buah Sirsak Bisa Jadi Andalan

Penting untuk menggunakan krim pemutih yang cocok dengan tipe kulit dan selalu ikuti petunjuk pemakaian produk yang tertera di label kemasan.

Jangan lupa untuk memilih produk yang telah mendapat izin edar resmi dari BPOM. Krim pemutih tanpa merek atau tidak terdaftar di BPOM mungkin saja mengandung bahan berbahaya yang dapat merusak kulit dan mengganggu kesehatan.

Jika Anda sudah menggunakan krim pemutih tetapi belum mendapatkan hasil yang diinginkan atau mengalami masalah kesehatan tertentu, misalnya gatal-gatal, kemerahan, dan bengkak, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat. (Dilansir dari Alodokter.com)