Risvandika mengatakan, optimalisasi lahan rawa ini sebagai bagian dari upaya peningkatan pendapatan petani. Program ini untuk memberikan kesempatan kepada semua petani di berbagai jenis lahan untuk bertani. Termasuk daerah rawa, lahan kering maupun perbukitan dan pegunungan. Melalui kegiatan ini juga manajemen tata kelola air, jika terjadi banjir maupun air laut pasang tidak merusak lahan pertanian.

Peluncuran program ini tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga sebagai wujud nyata dari perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan petani.

Optimalisasi lahan rawa tersebut akan menyasar 22 desa yang ada di tujuh kecamatan. Mulai dari Kecamatan Toboali, Kecamatan Airgegas, dan Kecamatan Simpang Rimba. Kemudian Kecamatan Pulau Besar, Kecamatan Tukak Sadai, Kecamatan Lepar dan Kecamatan Kepulauan Pongok.

Baca Juga  Ternyata Pelaku Pencabulan Anak di Toboali Adalah Pria Berusia 74 Tahun, Begini Kronologinya

“22 desa itu dilihat memang mempunyai potensi pembukaan lahan rawa menjadi sawah. Bahkan sudah dilakukan survei oleh provinsi kerjasama dengan Universitas Bangka Belitung (UBB-Red) guna melakukan kegiatan konstruksi fisik,” jelas Risvandika.