Ia berharap ada solusi dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah, baik itu Provinsi, Kabupaten dan DRPD, agar memperhatikan nasib para petani sawit ini.

“Kami berharap pemerintah mengambil kebijakan untuk permasalahan ini, kami rakyat kecil yang bergantung pada pertanian sawit ini, tapi kalau kondisinya seperti sekarang jelas sangat-sangat merugikan kami,” tuturnya.

Menurutnya, keputusan Kejagung menutup pabrik sawit ini bertolak belakang dengan undang-undang, yang mana negara berkewajiban mensejahterakan rakyat, bukan malah menyengsarakan rakyat.

“Pabrik ditutup, jelas kami petani yang sengsara, apabila tidak ada kejelasannya seperti apa kedepannya, kami akan mendatangi DPRD Bangka Tengah untuk mengadu,” ucapnya.

Sementara itu, R salah seorang karyawan CV MAL merasa resah dan takut dengan penutupan CV MAL ini.

Baca Juga  Mendes PDTT Kagum dengan Koperasi Merah Putih Desa Namang

“Jelas kami sebagai karyawan juga was-was, karena isunya akan ada pemutusan hubungan kerja, kami punya keluarga dan tanggungan, jadi kalau terjadi PHK belum tahu nasib kedepannya akan seperti apa, intinya dari kejadian ini kami yang merasa takut,” tandasnya.