Pentingnya Literasi Digital dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa
Oleh: Heri Suheri, C.IJ., C.PW., CA-HNR., C.FLS
Dalam era digitalisasi yang berkembang pesat ini, literasi digital merupakan sebuah kebutuhan dasar yang tidak hanya penting bagi individu di perkotaan, tetapi juga bagi masyarakat di desa.
Pemberdayaan desa melalui literasi digital menjadi hal krusial untuk mengurangi kesenjangan informasi dan memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat memperoleh manfaat dari kemajuan teknologi. Sejak tahun 2017, program literasi digital Kominfo telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 24,8 juta peserta di Indonesia.
Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) telah memiliki 142 jejaring dari berbagai latar belakang, baik komunitas, akademisi, perusahaan teknologi, dan organisasi masyarakat. GNLD juga menjadi upaya pemerintah untuk memperkuat kecakapan digital dasar masyarakat, mencegah penyebaran konten negatif, serta menciptakan ruang digital yang aman dan produktif,” ucap Budi (kemdikbud.go.id. 25 Maret 2024).
Digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan dan pengembangan desa. Salah satu aksi yang dilakukan yakni Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melakukan Bimbingan Teknis atau Bimtek Kader Digital Desa Cerdas.
Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa PDTT mengatakan, dengan adanya pelatihan Bimtek ini dapat memberikan pengetahuan secara langsung dan nyata terkait Desa Cerdas. Pasalnya, kader digital berperan penting dalam pengembangan digitalisasi di desa-desa di Tanah Air.
Hal itu karena mereka merupakan pendamping teknis di desa yang memiliki peran mengembangkan ruang digital desa, memberikan literasi digital kepada masyarakat, serta memfasilitasi masyarakat dalam menyusun perencanaan kegiatan desa cerdas yang inklusif dan partisipatif mengacu pilar desa cerdas.
Selain itu, digitalisasi di desa memiliki banyak manfaat, mulai dari mengatasi persoalan stunting hingga mengurangi dampak atau mitigasi bencana. “Stunting bisa ditangani dengan digitalisasi, informasinya bisa diakses dengan waktu yang sangat pendek.
Segala permasalahan yang muncul di desa bisa ditangani, termasuk mitigasi bencana,” ujar Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BPI Kemendes PDDT) Ivanovich Agusta menyampaikan bahwa bimtek kader digital desa fase ketiga itu akan diikuti oleh total 1.660 peserta (bpi.kemendesa.go.id. 13 Mei 2024) Literasi digital bagi pemberdayaan desa bukan hanya tentang mengajarkan masyarakat cara menggunakan gadget atau mengakses internet, melainkan lebih luas, mencakup pemahaman tentang bagaimana memanfaatkan informasi yang ada secara online untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Melalui literasi digital, masyarakat desa dapat memperoleh akses ke informasi yang beragam, mulai dari edukasi, kesehatan, pertanian, hingga peluang ekonomi. Hal ini sangat relevan mengingat banyaknya potensi desa yang seringkali terbatas oleh keterisolasian dan minimnya akses informasi.
Dengan kemampuan memilah dan memanfaatkan informasi secara efektif, masyarakat desa dapat melakukan inovasi dalam praktik pertanian, mengembangkan usaha mikro, hingga memperluas pasar produk lokal ke tingkat yang lebih luas melalui pemasaran digital.
Selain itu, literasi digital juga berperan dalam memperkuat keterlibatan masyarakat desa dalam pembangunan melalui partisipasi aktif di platform digital. Hal ini mencakup kemampuan untuk menyuarakan pendapat, mengakses layanan publik secara online, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial-ekonomi yang lebih luas.
Dengan demikian, literasi digital berperan sebagai pendorong inklusi sosial dan ekonomi masyarakat desa, menghubungkan mereka dengan dunia luar dan membuka peluang baru yang sebelumnya tidak terbayangkan.
Namun, tantangannya adalah memastikan akses terhadap infrastruktur digital yang memadai dan terjangkau di desa-desa, serta menyediakan edukasi yang sesuai untuk semua lapisan masyarakat, termasuk pendidikan digital bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi-organisasi non-profit menjadi sangat penting dalam upaya mendorong literasi digital sebagai dasar pemberdayaan desa. Meningkatkan literasi digital di desa memerlukan pendekatan yang tepat, berorientasi pada kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:
1. Pendidikan dan Pelatihan Memberikan pelatihan dan workshop tentang penggunaan internet, media sosial, dan aplikasi penting lainnya. Isi materi harus disesuaikan agar relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka, misalnya, cara menjual produk pertanian online, pemanfaatan internet untuk belajar, atau mengakses informasi kesehatan.
