“Tentu saja kami merasakan keresahan yang dirasakan oleh mereka, oleh karena itu, kami pihak perusahaan meminta masyarakat untuk tetap tenang, karena saat ini manajemen sedang berupaya memikirkan opsi-opsi yang tersedia agar 2 pabrik dapat beroperasi kembali,” terangnya.

Menurut Jhohan, ia meminta doa dan dukungan masyarakat, sehingga hal ini dapat menjadi pertimbangan penyidik, untuk membuka pemblokiran tersebut, agar perusahaan dapat kembali beroperasi.

“Mohon doa dan dukungan dari masyarakat, agar kita dapat melewati cobaan ini, sejujurnya secara pribadi kami juga sedih melihat video keresahan masyarakat yang berseliweran di medsos seperti Tiktok dan lainnya, bagaimana pun secara pribadi saya juga masyarakat Bangka Tengah, tentu secara batin berhubungan sangat dekat dengan para petani sawit ini,” ujarnya.

Baca Juga  24 Oktober, Debat Perdana Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah

“Bisa bayangkan berhari-hari antre di pabrik lain menunggu giliran, sedangkan kita tau yang namanya buah sawit 4 hari saja sudah mulai busuk. Saya juga baca statemen Kepala Dinas pertanian Bangka Selatan, bahwa penjualan TBS Sawit di Bangka Selatan langsung menurun drastis,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Jhohan, manajemen saat ini juga sedang berusaha keras memikirkan nasib ratusan karyawan agar tidak terjadi gelombang PHK. Jika hal itu terjadi, tentu akan merugikan banyak pihak.

“Kemarin juga sempat membaca statemen dari Disnaker Bangka Tengah, dan di media ada perwakilan karyawan juga resah atas atas nasib mereka kedepan, ya saya kira itu hal wajar, untuk kita mohon doa yang terbaik sajalah,” tandasnya

Baca Juga  Pabrik Sawit PT MHL Bangka Tengah Dikabarkan Besok Mulai PHK Karyawan?