Momentum Menuju Indonesia Emas 2045
– Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian
abadi, dan keadilan sosial. (Sumber:Indonesiabaik.id).
Oleh hal tersebut diatas, dibutuhkan perencanaan yang matang dan strategis untuk membangun fondasi yang kuat bagi kemajuan Indonesia.
Pendidikan yang berkualitas yang adil, terjangkau baik formal (di semua jenjang pendidikan) atau non formal, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompeten, infrastruktur yang memadai di seluruh daerah, serta inovasi dalam berbagai bidang menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan
tersebut.
Pemerintah perlu menetapkan kebijakan holistik yang baik dan bijaksana, berkelanjutan dalam mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kemudahan berusaha bagi para pelaku usaha terutama pelaku usaha mikro,kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, perlu adanya komitmen yang kuat dari seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam proses pembangunan. Semangat gotong royong (kebersamaan), dan saling mendukung antar warga negara akan menjadi modal dasar yang penting dalam menghadapi berbagai tantangan menuju Indonesia Emas.
Seluruh elemen masyarakat secara kolektif perlu memahami dan mendukung visi besar ini, serta berperan aktif sesuai dengan bidang dan kapasitasnya masing-masing.
Dalam era globalisasi sekarang ini, Indonesia juga sangat perlu dinamisasi positif, beradaptasi dan bersaing dalam skala internasional. Meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global tentunya akan membawa dampak positif bagi kemajuan ekonomi, sosial, dan politik negara Indonesia.
Penguatan hubungan diplomatik dengan negara-negara lain, berpartisipasi dalam dunia politik Internasional (politik bebas aktif), mengembangkan kerja sama ekonomi global yang saling menguntungkan, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di kawasan Asia Tenggara akan menjadi faktor penting dalam mencapai Indonesia Emas.
Penting, dalam prosesnya menuju Indonesia Emas, kita juga tidak boleh melupakan isu keberlanjutan lingkungan hidup yang baik. Pembangunan terarah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, dan harus menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan pembangunan yang diambil.
Perlindungan sumber daya alam, pengelolaan limbah yang baik, dan pengurangan emisi gas rumah kaca harus menjadi prioritas dalam upaya mencapai Indonesia Emas yang berwawasan lingkungan.
Suatu keharusan, peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi perhatian berkelanjutan dalam upaya mencapai Indonesia Emas.
Pemerataan pembangunan di segala bidang, pengentasan kemiskinan, akses memadai terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan yang merata, serta dukungan terhadap kegiatan ekonomi rakyat terintegrasi merupakan aspek yang tak boleh diabaikan.
Kemakmuran seharusnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, bukan hanya oleh segelintir orang atau kelompok saja.
Dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesempatan dalam perjalanannya menuju Indonesia Emas, inovasi menjadi kunci utama. Melalui terobosan positif dan kreasi baru dalam berbagai bidang, Indonesia dapat meningkatkan kualitas dan daya saingnya di dunia internasional.
Dukungan penuh terhadap multi riset dan pengembangannya, peningkatan investasi dunia usaha dalam industri kreatif, serta pendorong terhadap transformasi digital, literasi digital dalam masyarakat, bukan hanya perkotaan terapi literasi digital untuk masyarakat desa dan daerah terpencil akan menjadi faktor penentu dalam kesuksesan
mencapai Indonesia Emas 2045.
Dengan demikian, diharapkan seluruh elemen bangsa dapat memanfaatkan momentum menuju Indonesia Emas 2045 (yang tidak datang dua kali), bukanlah sekedar rencana atau slogan semata, tetapi merupakan panggilan perjuangan bersama untuk seluruh komponen bangsa Indonesia, bersatu padu, bekerja keras, dan berkomitmen untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia.
Dengan menyatukan visi, tekad kuat, dan kerja keras bersama, Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk mencapai puncak kejayaannya sebagai negara maju yang berdaya saing, mandiri, dan sejahtera bagi bangsa Indonesia.
Heri Suheri, Timelines.id
