Puluhan Tahun Terisolasi, TMMD Kodim Basel Hadir Bawa Kado Teristimewa
Desa Tepus memiliki lima dusun yang jaraknya cukup berjauhan. Bahkan tiga dari lima dusun ini dapat dikatakan adalah wilayah terisolir.
Kondisi ini yang membuat Kepala Desa Tepus Acai memutar otak untuk dapat segera membangun tiga dusun dan membuang jauh predikat terisolir.
Menurutnya, dengan dana desa saat ini sangat mustahil dapat membangun seperti kegiatan fisik dan non fisik yang dilakukan TNI melalui kegiatan TMMD ke-119 Kodim 0432/Bangka Selatan.
Keberhasilan Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan dalam kegiatan TMMD ke-114 tahun 2022 lalu membuat Acai nekat mengajukan Desa Tepus sebagai lokasi kegiatan TMMD ke-119 tahun 2024.

“Tiga dusun dan beberapa RT di Desa Tepus ini adalah wilayah terisolir yang cukup jauh dari pusat desa. Jaraknya per dusun pun ada yang sampai 15 kilometer. Kondisi jalan yang rusak membuat warga kami jarang tersentuh pembangunan. Jika menunggu simpanan dana desa mungkin butuh waktu 20 tahun untuk dapat mengerjakan seperti yang dilakukan di kegiatan TMMD,” jelas Acai, Rabu (27/2/2024).
Dengan anggaran Rp2,3 M, mustahil dana desa bisa meng-cover kegiatan TMMD.
Ia lalu nekat mengajukan Desa Tepus ke Kodim 0432 dan Pemkab Basel agar dipertimbangkan untuk menjadi lokasi TMMD ke-119.
“Ada tiga desa yang menjadi pertimbangan Tim Pemkab Basel dan Pak Dandim, termasuk Desa Tepus. Mereka lalu meninjau langsung Dusun Gumbak. Setelah melihat langsung kondisi jalannya, alhamdulillah, mereka bilang Dusun Gumbak memang sangat layak menjadi lokasi TMMD,” terang Acai.
Ia bersyukur sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0432/Basel Letkol Inf Gani Rahman bersama Pemkab Basel yang telah menyetujui Desa Tepus sebagai lokasi TMMD ke-119.
“Pertama kali, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dandim dan Bupati Basel yang telah menyetujui Desa Tepus sebagai lokasi TMMD. Karena selama ini dusun dan RT kami merasa wilayahnya terisolir dan jarang tersentuh pembangunan. Namun dengan kegiatan TMMD di Desa Tepus, banyak sekali manfaat yang kami terima. Selain pembangunan fisik, sasaran non fisik memberi manfaat bagi masyarakat Desa Tepus seperti penyuluhan kesehatan, informasi tentang stunting, penyuluhan bahaya narkoba, informasi tentang rekrutmen TNI, mudah-mudahan nanti ada warga kami yang tertarik menjadi anggota TNI,” kata Acai.
TMMD Wujud Sinergitas TNI, Pemda dan Semangat Gotong Royong
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah wujud nyata dari sinergitas antara TNI dan pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pembangunan di berbagai daerah.

TMMD bukan hanya sekadar pembangunan daerah, tetapi juga lebih dari itu adalah sebuah semangat gotong royong antara TNI, pemerintah dengan rakyat dalam membangun daerah.
Demikian ditegaskan Pj Gubernur Bangka Belitung, DR Safrizal ZA saat membuka TMMD ke-119 tahun 2024 Kodim 0432/ Bangka Selatan yang digelar di lapangan sepak bola Desa Tepus Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (20/2/2024) lalu.
“Kita ingin mengembalikan semangat gotong royong warga, tentunya demi percepatan pembangunan daerah. TMMD ini menjadi pemantik semangat bergotong royong di Desa Tepus. Semoga dengan hadirnya TMMD, percepatan pembangunan desa di Bangka Selatan semakin signifikan,” kata Safrizal.
Sementara, Komandan Korem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI Agustinus D. Prasetyo menjelaskan kegiatan TMMD yang dilaksanakan selama satu bulan ini, menyasar pada kegiatan fisik seperti perbaikan jalan 11 kilometer, rehab masjid, pembangunan gorong- gorong dan kegiatan non fisik di antaranya ada pencegahan stunting, kesehatan, wawasan kebangsaan.
Dengan mengerahkan 150 personel terdiri dari TNI, Polri, serta masyarakat, Danrem mengharapkan masyarakat Desa Tepus bukan hanya mendapatkan pembangunan fisik saja tetapi juga pembangunan mental melalui kegiatan non fisik untuk menciptakan SDM yang berkualitas.
“Selain sasaran fisik perbaikan jalan 11 kilometer, kita juga menginginkan TMMD ini dengan semangat gotong royong dengan kemanunggalan TNI, dapat membangun mental dan spiritual masyarakat untuk terus dan semangat membangun daerahnya,” harap Danrem.
Bupati Apresiasi TMMD ke-119 Kodim 0432/Basel
TMMD ke-119 di Desa Tepus mendapat apresiasi langsung dari Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid. Orang nomor satu di Basel ini mengakui tidak semua wilayah terluar dapat tersentuh oleh pemerintah daerah.
Namun, kata bupati, TMMD Kodim Basel mampu menjamah hingga membuka akses yang dirasa masyarakat terisolir.

“Ini sinergitas yang luar biasa antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pj Gubernur, Danrem, Dandim dan seluruh jajaran TNI. Kegiatan TMMD ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat Bangka Selatan. Alhamdulillah, masyarakat kami sudah merasakan akses jalan yang lancar dan normal,” kata Riza di sela-sela pembukaan TMMD.
Dandim 0432/Basel, Letkol Inf Gani Rahman menjelaskan kegiatan TMMD ke-119 ini dipusatkan di Desa Tepus lantaran kondisi tiga dusun yaitu Dusun Jelemu, Ketiak, dan Gumbak bisa dikategorikan daerah terisolir.
Tak hanya itu, kata Gani, sarana ibadah di tiga desa tersebut sangat butuh sentuhan pemerintah.
“Kodim 0432 ini berada di Bangka Selatan maka kamipun bertanggung jawab atas percepatan pembangunan di daerah ini. Kita inginkan wilayah yang terisolir di Basel segera kita entaskan,” ucap Gani.
Untuk itu, sambungnya, Satgas TMMD Kodim 0432/Basel bersama masyarakat bergotong royong mengerjakan kegiatan fisik maupun kegiatan non fisik.
“Semua kegiatan kita laksanakan bersama masyarakat di sini. Semoga hasil TMMD di Desa Tepus dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Tepus dan Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat,” tutupnya.
Keharuan Warnai Momen Perpisahan Satgas TMMD dengan Warga Desa Tepus
Suasana haru menyelimuti momen perpisahan antara Anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 Kodim 0432/Bangka Selatan dengan masyarakat, di Dusun Jelemu, Ketiak, dan Gombak, Rabu (20/3/2024)
Satu bulan tak terasa berlalu begitu cepat. Kehadiran Satgas TMMD ke-119 di tiga dusun telah meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi warga.

Semuanya larut dalam keharuan di momen perpisahan itu.
Puluhan anggota satu persatu menyalami hingga memeluk warga dusun yang sudah dirasa seperti keluarga sendiri.
Tampak ibu-ibu ikut meneteskan air mata saat melihat para personel Satgas bersiap menaiki truk TNI untuk kembali ke markas. Mereka seolah-olah enggan berpisah.
Tokoh masyarakat Dusun Gombak Nurhodin, mengucapkan terima kasih kepada anggota TNI atas perubahan positif yang telah mereka bawa ke desa.
“Kami akan merindukan kehadiran Bapak-Bapak TNI di desa ini. Semoga kita bisa bertemu lagi di waktu yang lain. Selamat jalan dan selamat bertugas, kami akan selalu mengingat momen-momen indah gotong-royong bersama yang kita lakukan. Pintu kami selalu terbuka bagi Bapak-Bapak TNI,” pesan Nurhodin.
TMMD bukan hanya sekadar membangun fisik suatu daerah tetapi lebih dari itu, membangun kebersamaan, silaturahmi, serta semangat gotong royong yang menyatu bersama rakyat. Salam kemanunggalan.
