Juhar kini tersenyum semringah. Petani berusia 61 tahun ini tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam sekadar untuk membeli kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Bapak dua anak ini sejak tahun 1990 menetap di Dusun Gumbak, Desa Tepus Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung.

Siswa SD dan SMP warga Dusun Jelemu dan Gumbak terpaksa berjalan kaki melintas jalan yang rusak dan tergenang air lumpur. (Foto Istimewa)

Dusun ini terletak di ujung selatan Desa Tepus. Lokasinya tidak jauh dari pesisir pantai. Butuh waktu dua jam dari pusat kecamatan menuju lokasi ini.

Sedangkan dari Desa Tepus hampir satu jam atau sekitar 15 kilometer perjalanan.

Akses jalan yang rusak menyebabkan jarak yang hanya belasan kilometer harus ditempuh dalam waktu enam puluh menit.

Dusun ini bisa dikatakan terisolir. Tiga puluh tahun lebih Dusun Gumbak yang berpenduduk 33 kepala keluarga ini hanya memiliki akses jalan setapak.

Jalan rusak menuju Dusun Gumbak sebelum dilaksanakan kegiatan TMMD ke-119. (Foto Istimewa)

Lebarnya tidak lebih dari 2 meter saja. Akses jalan memang menjadi masalah utama di tiga dusun di Desa Tepus, salah satunya Dusun Gumbak.

Ada jalan pun kondisinya sudah rusak dan tak terawat. Apalagi jika diguyur hujan lebat. Jalannya berlumpur dan air tergenang. Tidak sedikit warga setempat menjadi korban akibat terpeleset saat melintas.

Akses ekonomi menjadi kendala, jual beli kebutuhan sehari-hari pun terhambat. Untuk mendapatkan kebutuhan makanan, sayur dan lauk pauk, warga setempat harus menunggu pedagang yang datang menggunakan sepeda motor.

Itu pun dengan harga yang cukup tinggi. Mobil pembawa sayur tidak bisa masuk. Puluhan tahun sejak dibuka akses jalan setapak hingga saat ini, tiga dusun ini belum pernah lagi tersentuh pembangunan.

Baca Juga  Partai Demokrat Basel Mulai Buka Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah, Wendy Daftar Pertama

Begitu juga dengan akses pendidikan. Satu-satunya SMP hanya berada di Desa Tepus. Butuh waktu 1 jam untuk anak-anak menuju sekolah. Ini pun jika cuaca cerah. Bila hujan deras, jalan jadi rusak, waktu tempuh akan bertambah.

Proses pengerasan jalan menuju Dusun Gumbak menggunakan alat berat. (Foto Istimewa)

Tidak jarang pengendara harus turun dari sepeda motor dan berjalan sekitar beberapa meter untuk melewati jalan rusak, berlubang besar dan berlumpur. Kondisi ini terpaksa dijalani masyarakat tiga dusun selama puluhan tahun.

“Iya, kondisi jalan seperti ini sudah kami rasakan puluhan tahun,” keluh Juhar saat ditemui di kediamannya, Rabu (27/2/2024) lalu.

Namun, tepat 20 Februari lalu, kehadiran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 Kodim 0432/Bangka Selatan tahun 2024 seolah membawa harapan baru kepada ratusan penduduk tiga dusun di Desa Tepus.

Kegiatan TMMD ke-119 ini fokus pada perbaikan jalan rusak sepanjang 11 kilometer menuju tiga dusun yakni Ketiak, Jelemu dan Gumbak.

Tidak hanya itu, rehabilitasi tiga masjid, pemasangan gorong- gorong serta kegiatan non fisik di antaranya sosialisasi pencegahan stunting, kesehatan, wawasan kebangsaan menjadi sasaran bagi masyarakat desa Tepus.

Saat ini, akses jalan di tiga sudah melalui proses pengerasan. Ratusan warga bahkan sudah dapat menikmati jalan dengan lancar.

Juhar bersama personel Satgas TMMD Kodim Basel mengecek perbaikan jalan di permukiman Dusun Gumbak. (Foto Istimewa)

“Alhamdulillah, kami masyarakat Dusun Gumbak sangat bersyukur dengan kehadiran Bapak-Bapak TNI dalam kegiatan TMMD. Selama puluhan tahun jalan kami ukurannya seperti jalan setapak, mobil jarang masuk. Rusak parah dan jika hujan, banyak warga yang jatuh. Sekarang, jalannya sudah berubah, sudah lebar dan sangat layak bagi kami,” ujar Juhar seraya menyeruput kopinya.

Baca Juga  Bingung Liburan Tahun Baru, Ini 7 Destinasi Wisata Menarik di Bangka Selatan

Pria ini lagi-lagi bersyukur. Menurutnya akses jalan saat ini sudah cukup bagus. Dampaknya, akses ekonomi dan pendidikan jadi lebih baik.

“Ini merupakan titik awal kemajuan dusun kami. Sekali lagi, terima kasih Bapak-Bapak TNI. Pembukaan jalan ini menjadi kado teristimewa untuk kami, warga Dusun Gumbak,” sambungnya.

24 Tahun Masjid Al Ikhlas Belum Direhab

Kegiatan TMMD ke-119 Kodim 0432/Bangka Selatan bak bintang jatuh yang ditunggu-tunggu jemaah Masjid Al Ikhlas Dinul Islam Jelemu Ilir Desa Tepus.

Salah satu masjid di Dusun 5 Gumbak yang dilakukan rehabilitasi dalam kegiatan TMMD ke-119. (Foto Istimewa)

Dua puluh empat tahun masjid ini belum pernah tersentuh. Hingga akhirnya keberadaan Satgas TMMD ke-119 Kodim 0432/Bangka Selatan menyulap masjid ini menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah.

Masjid seluas 10 x 10 meter ini, kini telah berlantai keramik. Dindingnya pun sudah dicat berwarna hijau. Satgas TMMD bersama warga dan pengurus masjid bergotong royong hingga malam hari memasang keramik, mengecat dinding serta membangun tempat parkir kendaraan.

Sebelumnya, kondisi masjid ini terlihat kusam. Lantai teras hanya beralaskan tanah. Belum lagi cat dinding terkesan kumuh.

“24 tahun masjid ini sejak tahun 2010 belum pernah direhab. Tentu karena masalah anggaran. Namun doa kami diijabah Allah Swt dengan menghadirkan Bapak-Bapak TNI yang telah menyulap masjid kami menjadi tempat yang layak dan nyaman untuk beribadah, lantai sudah dikeramik, dinding dicat, ada parkir kendaraan, tempat wudhu dan sumur juga diperbaiki, alhamdulillah ya Allah,” ucap Pardi, pengurus Masjid Al Ikhlas Dinul Islam.

Baca Juga  Kisah Agus Tarmidzi, Duta Besar asal Mentok dengan Semangat Kerja yang Menginspirasi
Keramik masjid yang sudah terpasang dilanjutkan dengan pengecatan dinding oleh Satgas TMMD bersama warga setempat. (Foto Istimewa)

Buka 3 Hektar Lahan Ketahanan Pangan

Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 Kodim 0432/Bangka Selatan tahun 2024 di Desa Tepus bukan hanya fokus pada sasaran fisik dan non fisik saja, tetapi juga turut mendukung ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Di kegiatan TMMD Kodim 0432/Basel, personel satgas juga membantu masyarakat Desa Tepus khususnya Dusun Jelemu membuka tiga hektar lahan kosong agar dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

Sinergitas TNI dengan masyarakat ini diwujudkan dalam bentuk dukungan program ketahanan pangan. Lahan ketahanan pangan ini diharapkan berguna mengantisipasi krisis pangan di wilayah tersebut.

Satgas TMMD membuka lahan kosong seluas 3 hektar untuk dimanfaatkan warga sebagai lahan ketahanan pangan. (Foto Istimewa)

Lahan ini akan dimanfaatkan warga setempat untuk menanam cabai, terong serta tanaman sayuran lainnya.

“Terima kasih Bapak-Bapak tentara. Kita sudah dibantu untuk membuka lahan pertanian. Lahan ini akan kita gunakan bersama-sama masyarakat setempat untuk menanam cabai serta jagung. Progam ini sangat mendukung kami, apalagi saat ini harga sembako naik. Tanaman ini akan membantu kita bertahan di kondisi ekonomi yang sulit ini,” kata Taufik, Kadus Jelemu, Rabu (20/3/2024).

Dana Desa Mustahil Bisa Bangun Kegiatan TMMD