BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Pasca malang melintang lebih dari 30 tahun di dunia birokrasi di Pulau Bangka, Efendi Harun memutuskan kembali ke tanah kelahiran mendiang ibunya, Desa Kundi. Desa ini sendiri berada di Simpangteritip, Bangka Barat (Babar).

Usia Efendi terbilang masih cukup belia saat itu, ketika ibundanya wafat. Akan tetapi, rasa cinta dan hormatnya pada sang ibunda tak pernah memudar. Hal inilah yang membuat dia ingin berbuat banyak untuk tanah kelahiran wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini.

Untuk merealisasikan niat itu, ia sudah memantapkan diri untuk maju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Babar Tahun 2024. Pengembalian formulir penjaringan pun juga sudah ia lakukan ke Partai Golkar Babar. Agar Efendi punya kereta maju ke pilkada.

Baca Juga  Komunitas Lestari Babar Gelar Pameran Bonsai, Begini Pesan Sukirman

“Motivasi saya maju di pilkada tahun ini karena saya lahir dari rahim wanita dari Kundi. Beliau meninggalkan saat saya masih kecil, sebagai bentuk rasa cinta dan hormat pada ibu saya ini membuat saya ingin berbuat untuk daerah ini,” ujar Efendi, Selasa (21/5/2024) siang.

Efendi tak menampik jika dia dilahirkan dan dibesarkan di Kabupaten Bangka. Namun, lelaki kelahiran Sungailiat pada 27 Juni 1966 itu tak pernah melupakan dari mana ia berasal. Secara rutin dia pulang kampung ke Kundi. Melihat kondisi Babar, khususnya Kota Mentok.

“Bakti dan rasa sayang pada ibu saya meski tak lama merasakan belaian kasih sayangnya akan saya wujudkan dengan ingin membangun Babar. Saya juga sering pulang kampung, makanya muncul niat itu untuk berbuat di Babar dengan segala potensinya,” bebernya.

Baca Juga  Pemilik KTP Digital di Bangka Barat Baru Capai 1.600 Orang

Ada beberapa visi dan misi dari lulusan SD dan SMP di UPTD Pemali dan tamat jenang atas di SMAN 508 Sungailiat tahun 1985 itu untuk Babar. Pertama, ia ingin Babar bermartabat dan memiliki kemandirian. Terlebih, Kota Mentok, Ibukota Babar ini penuh akan sejarah.