Adek Bau Stella

Karya: Ummi Sulis

Hari Ahad tiap bulan ada kunjungan ke pondok Tahfiz anak. Sebagai tanda perhatian dan sayang, jelas kunjungan itu harus, kecuali ada hal yang takdapat ditinggalkan.

Pagi hari sebelum ke pondok, berbelanja dulu membeli titipan sepupu, juga membeli oleh-oleh untuk anak-anak di pondok. Teringat bila Adek suka harum buah-buahan, maka Ummi memilih sabun mandi merek harmony jeruk. Sepertinya segar kalau membaui jeruk lemon.

Selesai mengubek swalayan, pulanglah ke tempat menginap untuk menyusun barang yang akan dibawa serta. Pesanan ponakan juga tidak lupa.

“Ayo, segera berangkat, yang mau ikutan cepetan, ya. Soalnya nanti mau mampir ke Sempan, ke tempat Bapak dulu. Nunggu Ammah Diyah yang mau nitip pesanan Fatih.” Ummi mengomando pasukan yang mau berangkat penjengukan ke pondok.

Baca Juga  Mengajarkan Cinta

“Oke, siap berangkat, nunggu Tifa.” Ammah Sri masuk ke dalam mobil yang sudah menyala dari tadi. Untunglah Tifa yang ditunggu segera muncul.

Melewati Sempan, rombongan singgah dulu melihat Bapak, Alhamdulillah sehat2 saja. Sedang menggarap lahan untuk menanam bengkoang. Rombongan pun makan di sana.

Akhirnya sampai juga di MTHQ Puding Besar. Rombongan menempati saung yang khusus untuk keluarga yang ada saudara laki-laki dan perempuan. Maklumlah, saat kunjungan pun harus dengan satuan terpisah, hanya yang mempunyai saudara beda genre saja yang boleh menempati saung yang sudah disiapkan.