“Ya, ada gak lihat tikus yang biasanya?” tanya Abi lagi.

“Ish, kalaupun kelihatan dengan tikus, sudah teriak, Bi!” jawab Ummi Sewot.

“Biasanya di samping laptop tikusnya,” ujar Abi sambil nyari-nyari tikus.

Aneh betul tu orang, baru tahu kalau memelihara tikus. Padahal selama ini takada nengok tikus bertengger. Jangan-jangan ada hobi baru.

“Melihara tu, kucing, bukan tikus. Aneh deh, sudah tahu istrinya jijik tikus, malah mainan tikus.” Ummi berkata sebal.

“Tikus untuk ngetik, Mi, biasanya disebut mouse.” Abi menjelaskan sambil mengeluarkan isi tas sekolah. Ternyata ketemu. “Nih, mouse, kalau gak ngerti tikus.” Sambil memainkan tikus seakan sedang berjalan di tangannya.

“Hihi, iya, itu mouse, tikus. Kirain tikus beneran. Ya, kali, hobi Abi dah berubah jadi suka tikus,” Ummi tertawa memikirkan tikus. Baru diubah ke dalam bahasa Indonesia aja sudah salah sangka.

Baca Juga  Serial Drakula Zaman Now: Mencari Darah

Terkadang, benda yang biasa diucapkan dalam bahasa Inggris, bila diindonesiakan akan menjadi salah makna. Begitulah bahasa memengaruhi makna sebuah kalimat. Ada-ada saja.