“Kalau investor kita nggak tau. Kita sama-sama mau bekerja dan makan, kita emang niat berkebun, bukan jual lahan, nanti kita juga yang bekerja di sana, mupuk, manen dan nanam sawit.
Kita dapat modal, nanti dari hasil panen baru di potong,” ungkapnya.

Kata dia, utang yang telah dipinjamkan oleh pemodal setelah lunas, nantinya lahan itu akan kembali ke mereka. Memang, dirinya belum mengetahui secara detail besaran biaya yang akan digunakan untuk menggarap tanaman sawit di atas lahan seluas 2 hektare itu.

“Kalau biaya kita belum tahu, karena belum di garap. Kalau bantuannya dapat bibit, pupuk. Kita pengen lancar tanpa ada kendala lah,” tambah Reza.

Baca Juga  Puluhan Kader Adiwiyata Bangka Barat Studi Lapangan ke Kawasan Hutan Konservasi PT Timah Mentok