Soal PHK 600 Karyawan di Bateng, IBS Minta Pabrik Buka atau Kepastian Pesangon
“Ini mimpi buruk bagi para pekerja yang di PHK dan kita sudah minta data ke Dinas Terkait tentang jumlah yang di PHK, tapi kewenangan penuh tetap milik kepala daerah dan DPRD terbatas untuk itu,” tuturnya.
“Jadi, mari Pj Gubernur, Bupati Bangka Tengah segera ambil tindakan dan cari solusi, jangan jalan sendiri-sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Ikatan Buruh Sawit Bateng, Rapry Yuza mengatakan audiensi yang dilakukan kali ini untuk memperjuangkan nasib buruh sawit yang terkena PHK.
“Ini merupakan tanggung jawab kami sebagai kepala keluarga terhadap anak dan istri kami, terus terang saja, kami ingin pabrik ini buka kembali, tidak ingin ada PHK, untuk teknisnya terserah saja, intinya semuanya agar bisa kerja seperti biasa,” tuturnya.
“Karena kalau cari kerja ke tempat lain, wallahualam ada yang terima, tolong pikirkan nasib masyarakat Bangka Tengah agar pabrik buka kembali,” tambahnya.
Ia menambahkan, jika pun ada PHK, agar Jamsostek dan Pesangon diberikan.
“Hak kami seperti Jamsostek, Pesangon dan hak lainnya tolong diperhatikan, dealnya seperti apa, karena sekarang kami cuma menunggu, tidak ada kepastian,” tuturnya.
“Tolong pemerintah turun tangan, agar hak kami ini diberikan, tentu jika pabrik dibuka kembali, semua bisa kembali stabil, tolong carikan solusinya,” pungkasnya.
