Siska juga menegaskan, warga resah dan bahkan tak bisa lagi mengobrol di rumahnya, karena berisiknya suara knalpot dari mesin tambang ilegal tersebut.

“Tolonglah polusi udara dan suara itu. Itu sudah mengganggu ketentraman masyarakat. Tolong diredam. Kami juga akan melaporkan ini ke Polres,” tutupnya.

Sementara itu, oknum penambang dan juga koordinator berinisial S mengatakan, jika dia menjadi koordinator di bawah R, M dan C. Ia juga menyebut, jika ada warga yang mau meminta bantuan bisa ke R selaku ketua koordinator.

“Apa kata R kami ngikut. Dia yang ngatur semua. Intinya kami berkerja sesuai kata R,” pungkasnya.

Hingga saat ini, masih tidak ada penertiban dan juga tindakan dari pihak aparat penegak hukum dan pemerintah untuk menertibkan tambang ilegal tersebut.

Baca Juga  2 Tower SUTET Terancam Roboh akibat Tambang Merbuk