Serial Keluarga Ummi
Es di Freezer Gak Beku-Beku
Karya: Ummi Sulis
Ketika matahari bersinar dengan garangnya di siang hari, cuaca begitu panas menyengat. Suhu di luar ruangan seakan memanggang kulit, membuat keringat bercucuran. Namun, saat hujan, suhu begitu dinginnya.
Entah mengapa cuaca begitu ekstrim. Apakah karena efek rumah kaca dan gas metan? Kasihan mereka yang senantiasa terpapar sinar matahari, bisa jadi kulit menggelap dan kusam, bahkan penumpukan pigmen di beberapa bagian kulit. Bisa jadi, para pemakai kosmetik abal-abal yang mengandung mercuri menyebabkan efek mengerikan, seperti kanker kulit. Ih, untunglah Ummi menutupi seluruh kulitnya dengan pakaian, kecuali kedua matanya yang masih berkedip-kedip untuk melihat jalan, tidak tertutup. Juga jari-jarinya masih dibiarkan bebas kena sinar matahari, untuk nutul-nutul HP soalnya.
Haaah, pulang dari tempat kerja membuat kegerahan makin menjadi. Ummi langsung mencolokkan kabel menghidupkan kipas angin, mengambil makan, kemudian menyantapnya ditemani suara HP. Tak lama Abi pun pulang.
Sepertinya cuaca yang panas membuat makhluk satu itu kegerahan. Sampai-sampai lupa mengucapkan salam ketika masuk rumah.
“Wa’alaikumussalam,” ujar Ummi. Padahal suara salam takada terdengar.
“He he, sudah pulang duluan, ya. Sorry kelupaan ucap salam. Assalamu’alaikum.” Abi menjawab cengengesan.
“Telat, sudah dijawab, tadi,” cibir Ummi.
“Gerah sekali suasananya,” lanjut Abi.
“Hmmm,” jawab Ummi sambil memamah biak, mengunyah maksudnya.
