Gagal Curi Sawit di KUD Tempilang, Endy Nyaris Tebas Rahman dengan Parang
Saat itu, Endy langsung mengayunkan senjata tajam jenis pisau besar tanpa gagang ke arah Rahman. Beruntung dia sempat menghindari dan menjauh dari Endy. Meski begitu, Endy masih berupaya melukai Rahman dan sempat akan melempar pisau besar tadi.
Pada saat bersamaan, Rahman sempat memberikan perlawanan. Ia kemudian mengambil besi yang ada di sampingnya untuk menjatuhkan pisau dari tangan Endy. Beruntung, ada rekan Rahman, Salasatun yang saat itu turut berada di lokasi dan menyaksikannya.
“Salasatun yang menyaksikan kejadian itu berteriak kepada Endy agar tidak melakukan tindakan macam-macam. Sebab saat itu dia sedang berjaga di kantor. Endy langsung mengurungkan niat untuk melempar pisau dan langsung pergi dari sana,” katanya.
Merasa takut dan terancam, Rahman di saat itu langsung membuat laporan ke Polsek Tempilang guna tindakan lebih lanjut. Setelah menerima laporan ini, Tim Unit Reskrim Polsek Tempilang langsung bergerak dan mengamankan pelaku Endy pada esok harinya.
Saat diinterogasi di kediamannya pada Selasa (4/6/2024) sekira pukul 14.00 WIB, pelaku mengakui bahwa memang benar sebelumnya ada mendatangi Rahman dengan membawa sebilah pisau besar tanpa gagang. Tindakan ini dia lakukan dikarenakan emosi.
“Jadi pelaku emosi kepada korban saat itu. Karena menggagalkan terduga pelaku untuk mengambil berondolan buah sawit milik kebun plasma masyarakat. Pelaku sudah diamankan dan dibawa ke polsek guna tindakan lebih lanjut,” jelasnya.
