Pedagang Hewan Kurban di Bangka Selatan Ngeluh: Jual Modal Saja Tidak Laku
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Penjualan sapi dan kambing kurban di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan. Bahkan penurunannya hingga mencapai 60 persen.
Melemahnya ekonomi masyarakat Bangka Belitung menjadi penyebab utama penjualan hewan kurban yang merosot.
Seorang pedagang hewan kurban di dusun setempat, Dodo mengatakan, penurunan penjualan tersebut bahkan terjadi sudah jauh-jauh hari.
“Menurun drastis, karena kondisi perekonomian akibat timah. Jadi peminat untuk sapi maupun kambing kurbannya sangat-sangat menurun drastis, sekitar 60 persen,” kata dia Senin (10/6/2024).
Menurut Dodo, sejak dirinya berusaha menjadi pengusaha hewan kurban baru tahun ini dirasakan penurunan penjualan sangat drastis jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Hingga saat ini setidaknya baru terjual sebanyak enam ekor sapi dan 18 ekor kambing. Padahal biasanya, sepekan menjelang hari raya Iduladha penjualan hewan kurban sudah mencapai 40-an ekor.
Tak hanya itu, imbas penurunan daya beli dirinya juga memutuskan untuk turut membanting harga jual hewan kurban.
Misalnya untuk sapi, harganya turun hingga kisaran Rp3 juta sampai Rp5 juta per ekor. Saat ini harga jualnya dibanderol pada kisaran harga Rp21 juta sampai Rp30 juta per ekor, sebelumnya mencapai Rp24 juta sampai Rp35 juta per ekor.
Sementara harga jual hewan kurban jenis kambing juga mengalami kondisi serupa. Terjadi penurunan harga jual sebesar Rp200 ribu per ekor, kini dijual pada harga Rp3 juta sampai Rp4,5 juta per ekor.
