“Kondisi ini terjadi sejak pasca hari raya Idulfitri tahun ini. Kita juga tidak berani mengambil stok banyak, tahun kemarin ada 90 ekor kambing dan 24 ekor sapi. Sekarang hanya 20 ekor kambing dan 13 ekor sapi,” jelas Dodo.

Hal senada turut diungkapkan Sudir pedagang hewan kurban yang tak jauh dari lokasi pertama. Hingga kini baru terjual dua ekor sapi di kandang ternak miliknya.

Padahal, tahun-tahun sebelumnya minimal belasan sudah terjual. Sementara untuk hewan kurban kambing, belum satupun yang terjual.

Berbagai macam cara sudah dirinya lakukan agar hewan kurban dapat segera laku terjual. Mulai dari melakukan promosi sampai menurunkan harga jual korban jauh di bawah harga pasar.

Baca Juga  PT Timah Tbk Salurkan 22 Sapi Kurban ke Bangka Tengah

Namun sayang, kondisi tersebut tidak membuat para pencari hewan kurban tergiur. Situasi saat ini dirinya klaim jauh lebih parah jika dibandingkan pada saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

“Jual modal saja tidak laku. Ditambah beberapa hari lalu dua ekor kambing mati,” keluh Sudir.

Meskipun begitu, Sudir mengaku tetap bersyukur penjualan hewan kurban masih ada pembeli. Walaupun adanya penurunan omzet, dirinya berharap kondisi perekonomian masyarakat dapat kembali stabil agar daya beli masyarakat kembali normal.

“Setidaknya juga permasalahan ini dapat menjadi perhatian pemerintah. Sekaligus membantu mencari solusi bagi pedagang hewan ternak seperti saya,” ucapnya.