Setiba di parkiran pelabuhan, awak media yang semula mengira truk tersebut akan dilakukan pemeriksaan namun hal itu tidak dilakukan sama sekali pemeriksaan baik oleh petugas kepolisian maupun petugas pelabuhan kesyahbandaran.

Pantauan media justru terlihat dua orang pria berseragam sipil mengenakan celana pendek bergegas masuk truk duduk disamping sang sopir. Seketika truk langsung tancap gas meninggalkan pelabuhan.

Awak media pun membuntuti kemana truk dibawa oleh aparat. Tampak tak kurang 7 sampai 10 mobil jenis mini bus diduga mobil aparat mengiringi dibelakang truk tersebut.

Awak media terus menguntit iring-iringan karena kembali mengira kalau truk itu akan diamankan oleh aparat ke markas Kepolisian Polres Bangka Selatan.

Baca Juga  Turunkan Angka Stunting, Pemkab Basel Awali dengan Gerakan Bapak dan Bunda Asuh

Ternyata setiba di depan Mapolres Bangka Selatan pukul 03.30 Wib, truk itu terus tancap gas menuju arah Koba Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang. Iring-iringan mobil mini bus pun tampak hanya menyisakan 3 sampai 5 kendaraan saja.

Terpisah, Kapolres Bangka Selatan melalui Kasat Reserse Kriminal, Iptu Raja Taufik Ikrar Buntani mengatakan jika truk yang disebut-sebut mengangkut timah ilegal di Pelabuhan Sadai diamankan ke Polda Bangka Belitung.

“Ke mako Direktorat Polair,” kata Raja Taufik dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu 12 Juni 2024 pagi.

“Silakan konfirmasi ke Direktorat Polair ya pak. Kami sifatnya hanya backup,” tutur Raja singkat.