Lumba-lumba memiliki pemimpin dalam kelompoknya serta punya ikatan sosial yang tinggi.

Nah, lumba-lumba yang sering terdampar di pantai dikarenakan pemimpin kelompok membuat kesalahan navigasi.

Selain itu, salah satu dari mereka ada sakit atau terluka sehingga mencari perairan yang lebih dangkal.

Hal ini bertujuan agar lebih mudah bernapas ke permukaan dan membuat yang lainnya mengikutinya, ya.

2. Sistem Navigasi Terganggu

Salah satu alasan lumba-lumba terdampar di pantai adalah sistem navigasinya terganggu India Owens

Salah satu alasan lumba-lumba terdampar di pantai adalah sistem navigasinya terganggu.

Lumba-lumba memiliki sistem navigasi sendiri sebagai penunjuk arah.

Jika penunjuk arah ini enggak berfungsi atau mengalami gangguan maka akan menyebabkan kesalahan navigasi.

Baca Juga  Dilantik Sebagai Ketua Umum Pembina Posyandu Basel, Elizia Dorong Langkah Inovatif dan Kolaboratif

Salah satu penyebab gangguan navigasi pada lumba-lumba adalah efek sonar.

Diketahui penggunaan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang dipancarkan di dalam laut untuk mencari kapal selam sehingga mengakibatkan kerusakan pada otak dan sistem pendengaran paus dan lumba-lumba.

Kondisi pantai yang dangkal dan melandai perlahan atau miring menyulitkan mereka untuk kembali ke perairan.

Bahkan mereka akan kembali terdampar jika berhasil mengambang lagi ya.

3. Terdampar Sendirian Karena Sudah Tua, Terluka, atau Sakit

Tahukah kamu? Seekor lumba-lumba yang terdampar sendirian di pantai biasanya sudah tua, terluka, atau sakit.

Nah, hewan-hewan yang terdampar dalam keadaan mati biasanya disebabkan karena kematian alami atau tenggelam di dalam jaring nelayan.

Baca Juga  Ketika Tunas Sastra Tumbuh di Ajang FLS3N

Maka dari itulah bangkai mereka akan terseret ke daratan, ya.

Selain itu, mereka sedang berkelahi atau berlindung dari predator dan mencari tempat yang aman yaitu perairan dangkal.

Dikarenakan arus yang kuat maka lumba-lumba akan terseret sampai ke daratan, ya.