BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID – Tim SAR gabungan secara resmi menutup pencarian nelayan yang hilang di perairan Lubuk Besar, Bangka Tengah, Sabtu (6/7/2024).

Hari ini pencarian hari ke-7, Tim SAR gabungan belum juga menemukan nelayan Lubuk Besar yang hilang.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa menyebut, berbagai upaya telah dilakukan Tim Sar gabungan dari hari pertama hingga hari ketujuh.

“Pencarian terhadap korban yang sudah diupayakan bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Rescuer USS Toboali, ABK, Satpolairud Bangka Tengah, BPBD Bangka Tengah, Damkar, Laskar Sekaban, Tagana, Sakasar, Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan dan nelayan Lubuk Besar dinyatakan ditutup,” ujar Oka.

Baca Juga  30 Mahasiswa UGM Siap KKN di Desa Batuberiga dan Lubukbesar

Menurutnya, korban yang dinyatakan hilang akan terus dilakukan pemantauan hingga ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Sebelumnya, pada Selasa 2 juli lalu, perahu korban berhasil dtemukan Tim Sar gabungan terapung di perairan Rebo, Sungailiat. Namun pada saat dicek, perahu dalam keadaan kosong dan korban tidak ditemukan di sekitaran perahu. kemudian perahu korban ditarik ke pantai tambak udang.

Di dalam perahu korban yang berhasil ditemukan minim terhadap alat keselamatan. Tidak adanya life jacket sebagai alat keselamatan di perairan menjadi salah satu faktor korban sulit ditemukan.

Ditambah kondisi cuaca yang memburuk dan berubah-ubah selama proses pencarian terhadap korban menjadi kendala Tim Sar gabungan dalam melakukan pencarian terhadap korban.

Baca Juga  3 Rumah Nelayan di Desa Perlang Hanyut Diterjang Luapan Sungai

“Ini merupakan imbauan penting bagi setiap orang yang melakuan aktivitas di perairan terutama kepada nelayan, untuk senantiasa melengkapi alat keselamatan terutama Life Jacket atau pelampung keselamatan untuk meminimalisir kejadian seperti ini jika bekerja di atas kapal, mengingat resiko terhadap kesiapan perahu/kapal dan tantangan terhadap cuaca yang tidak dapat diprediksi bisa berubah-ubah secara cepat,” tegas Oka.