7 Hari Pencarian, Nelayan Lubuk Besar Belum Juga Ditemukan, Tim SAR Tutup Operasi
“Pencarian terhadap korban, pada hari ini resmi kami tutup dan akan kami lakukan pemantauan berkala serta apabila ada informasi tanda-tanda terhadap korban, maka Ops SAR akan kami buka kembali dengan ciri-ciri target sesuai dengan korban yang dinyatakan hilang,” imbuhnya.
Oka juga menghimbau apabila masyarakat menemukan tanda-tanda terhadap korban, dapat melaporkan kembali ke Kansar Pangkalpinang dengan menghubungi emergency Call 115 atau via telpon ke call center kansar pkp 0717-4261338 atau via wa di 0811-7810-115.
Sebelumnya, seorang nelayan bernama Ibnu Yahya (27) dilaporkan hilang kontak saat mencari ikan di Perairan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kepala Basarnas Kota Pangkalpinang, I Made Oka Astawa mengungkapkan, korban sebelumnya pada Sabtu (29/6/2024), sekira pukul 17.00 Wib bersama ketiga rekannya berangkat dari Pantai Lubuk menuju fishing ground Perairan Lubuk Besar menggunakan perahu masing-masing untuk mencari ikan.
“Kemudian pada Minggu, (30/6/2024), sekira pukul 03.30 Wib, cuaca di sekitar fishing ground perairan Lubuk Besar mengalami kondisi cuaca yang buruk disertai angin kencang,” ungkap Oka, pada Senin, (1/7/2024).
“Tiga rekannya memilih untuk kembali ke pantai, namun 1 perahu yang dibawa oleh korban tidak ikut kembali ke pantai dan hingga pukul 05.00 Wib korban belum juga kembali dan tidak bisa dihubungi,” sambungnya.
Dikatakan Oka, setelah mengetahui hal tersebut, ketiga rekan korban berusaha melakukan pencarian terhadap korban, namun hingga sore hari pencarian terhadap korban tidak membuahkan hasil.
“Kemudian rekan korban melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan pencarian terhadap korban,” tuturnya.
