PKM-RSH UAD Kenalkan Aplikasi Read Rangers Berbasis Game AR sebagai Media Ajar Baca bagi Anak Tunarungu
Kegiatan penelitian dilakukan di SLBN 1 Bantul, Yogyakarta pada kelas 5 jurusan tunarungu. Tim Read Rangers melakukan observasi dan wawancara pada 3 Mei 2024. Asih Ratesih, S.Pd., M.Pd selaku wali kelas 5 jurusan tunarungu menyatakan bahwa pembelajaran membaca yang dilakukan di kelas 5 jurusan tunarungu masih menggunakan metode konvensional dari buku ajar, belum menggabungkan dengan media teknologi untuk pemvisualisasi gambar yang dibaca.
Beberapa saran dan bahan yang kami terima untuk pengembangan aplikasi berupa materi ajar harus disesuaikan dengan kebutuhan dan capaian anak, sehingga dapat mendukung pembelajaran secara efektif. Aset atau gambar yang digunakan dalam aplikasi harus familier dan mudah dipahami oleh anak, untuk memastikan bahwa mereka dapat menghubungkan materi ajar dengan dunia nyata.
Perlu ditambahkan video penerjemah bahasa isyarat dalam aplikasi untuk membantu siswa memahami materi dengan lebih baik Kata-kata yang dibaca oleh anak harus dieja per kata, bukan per suku kata, untuk membantu mereka memahami setiap kata secara lebih mendalam dan meningkatkan keterampilan membaca mereka. Sehingga Tim PKM-RSH menyusun dan mengembangakan aplikasi Read Rangers dari kebutuhan dan capaian yang ada.
Setelah melalui tahap observasi dan pengembangan, pada tanggal 11 Juni tim melakukan validasi materi, media, serta uji coba dengan wali kelas. Pada tanggal 20 Juni tim melakukan implementasi penuh aplikasi yang diikuti seluruh anak kelas 5 jurusan tunarungu, berjumlah 5 orang yang dua bagi menjadi 2 kelompok.
Pada kegiatan implementasi penuh tim PKM-RSH Read Rangers mengenalkan aplikasi Read Rangers kepada siswa. Kegiatan awal yang di lakukan tim yaitu perkenalan anggota kelompok, kemudian melakukan simulasi dan mencontohkan permainan kepada siswa.
Kegiatan inti berupa implementasi aplikasi, siswa memainkan aplikasi dipandu dan amati oleh tim serta wali kelas. Kegiatan penutup berupa pemberian hadial, dan refleksi.
Selama 90 menit, siswa memainkan aplikasi Read Rangers di bawah bimbingan dan pengamatan tim serta wali kelas. Meskipun terdapat beberapa kendala awal seperti kebingungan siswa, pada akhirnya mereka dapat berkolaborasi dan mengikuti kegiatan ini. Pihak sekolah memberikan dukungan penuh terhadap penelitian ini, yang diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca anak tunarungu.
Dengan adanya aplikasi Read Rangers, diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan literasi di Indonesia dan memberikan dukungan pembelajaran yang lebih baik bagi anak tunarungu, melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif.
Iftitah Ulfiana Maghribi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
