Penambang di Tanjung Ratu Ditemukan Tewas usai Pindahkan Ponton ke Batu Ampar
Munsir hendak memindahkan ponton TI miliknya ke wilayah perairan Pantai Batu Ampar dengan cara didorong menuju tempat korban akan bekerja.
Kondisi perairan pada saat tersebut dalam keadaan surut sehingga korban harus menunggu hingga air pasang untuk mulai memindahkan air ponton miliknya.
Lanjut Oka, pukul 16.00 Wib, korban mulai memindahkan ponton miliknya sejauh 50 meter dari lokasi awal ponton korban.
Menurut anak korban, Munsir biasanya pukul 17.30 Wib sudah kembali ke rumah.
“Ketika itu, anak korban berusaha mencari ayahnya di Pantai Batu Ampar dan melihat motornya yang masih terparkir di pinggiran pantai. Keluarga korban berusaha mencari korban dengan melakukan penyisiran di sekitaran pantai hingga ke tempat ponton korban berada, namun hingga pukul 19.00 Wib korban tidak kunjung ditemukan,” jelas Oka
Mengetahui hal tersebut, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan pencarian terhadap korban yang diduga hanyut di perairan tersebut.
“Menerima informasi tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang memberangkatkan 1 tim rescue menuju LKP di Pantai Batu Ampar,” tambahnya.
Kata Oka, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Babinsa TNI AD, Babinkamtibmas Polsek Merawang, BPBD Bangka, Polairud Polres Bangka, Sakasar, dan masyarakat beserta keluarga korban melakukan koordinasi bersama dan akan melakukan pencarian bersama akan pada keesokan hari dengan melakukan penyisiran dari ponton milik korban hingga pesisir pantai dikarenakan kondisi air yang diperkirakan surut.
