Ecky menambahkan, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa celana jeans panjang berwarna biru tua, satu unit kendaraan sepeda motor milik korban, satu dan berbagai barang bukti lainnya.

“Pasal yang dipersangkakan kepada 4 tersangka dan 1 anak berhadapan dengan hukum di dalam dugaan tindak pidana pembunuhan dan atau pengeroyokan dengan kekerasan mengakibatkan maut sebagaimana dalam Pasal 338 KUHPidana Subs Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana JO Pasal 55 KUHPidana,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang warga asal Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat (Babar) bernama Apriyadi dikabarkan tewas pada Senin (8/7/2024) tadi malam. Diduga, dia jadi korban pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang.

Namun hingga saat ini belum diketahui persis identitas dari masing-masing pelaku yang terlibat. Begitu juga jumlah para pelaku yang terlibat. Yang jelas, pemuda berusia 29 tahun itu meregang nyawa setelah pulang dari sebuah acara hiburan malam di Desa Airbulin.

Baca Juga  Azmal Ingin Kontes Durian Babar Digelar Lebih Besar, Varietas Juara akan Didaftarkan ke Nasional

Informasi yang beredar di masyarakat pun masih simpang siur. Ada yang mengatakan bahwa Sirin, sapaan akrab korban tewas sepulang dari berdagang minuman Pop Ice Cappucino. Di mana, keseharian korban memang berdagang minuman di Kelurahan Kelapa.

Tepatnya di seberang Indomaret yang ada di Kelurahan Kelapa, di samping Kantor FIF Group. Ada juga yang menyebutkan bahwa korban sedang tidak berdagang. Hanya menonton saja acara hiburan malam yang berlangsung di Desa Airbulin tersebut.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban tewas juga masih belum tahu persis di mana. Beberapa sumber menyebut, bahwa korban tewas dikeroyok di ujung Desa Airbulin. Beberapa lagi menyebut lokasinya terjadi di perbatasan antara Desa Kacung dan Dendang.

Baca Juga  Hadiri HUT ke-21 SMAN 1 Kelapa, Ini Harapan Bupati Babar

Kades Kacung, Dimas Darmawansyah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun dia belum bisa memastikan lebih lanjut berkaitan dengan insiden itu terjadi di mana. Begitu juga dengan dugaan adanya dugaan keterlibatan warganya.

“Jadi berita ini masih simpang siur, kita masih melakukan pendalaman dengan pihak kepolisian. Jadi kami belum bisa memberikan keterangan. Jadi banyak versi, belum tahu kami untuk menjawab itu,” ujar Dimas saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2024) siang.