Begini Tanggap Anggota DPRD Soal Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Kasus dugaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Fiktif yang menerpa Bank Sumsel Babel hingga saat ini terus menjadi perbincangan publik dan menjadi perhatian khusus dari Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Fraksi Partai PKS yakni Akhsan Visyawan.

Akhsan mengatakan kasus tersebut haruslah diungkap secara terang benderang dan jelas meski tidak terlalu terburu-buru dalam menentukan sikap karena hanya beberapa oknum BSB saja yang diduga melakukan kesalahan krusial tersebut.

Dengan begitu menurut Aksan DPRD Babel tak akan ragu memberikan masukan ataupun pandangan kepada pihak Pemprov Babel terkait tindak lanjut kerjasama dengan bank daerah tersebut, terkhusus di masa yang akan datang.

Baca Juga  Kejagung Periksa 8 Saksi, Dua di Antaranya Mantan Direktur PT Timah Tbk

“Setelah terungkap baru kita akan mengambil sikap, jangan sampai belum jelas kasusnya seperti apa, tiba-tiba kita sudah mengambil sikap. Jadi untuk mereview nantilah, setelah ada hasil yang jelas, baru kita bisa ngasih masukan ke pemerintah provinsi, karena banyak juga saham atau modal APBD pemprov termasuk saham kabupaten/kota ada di Bank Sumsel Babel, sambil berkembang kasusnya nanti kita akan mengambil sikap,” jelas Ketua DPD Partai PKS Babel ini.

Dia juga menegaskan, bahwa DPRD Babel tidak akan ‘tutup mata’ atas terjadinya kasus ini, apalagi telah melibatkan masyarakat banyak sebagai korban.

“Kita dari fraksi juga gak tinggal diam, kalo ada sesuatu yang gak beres di provinsi ini harus bersuara, jangan seakan-akan kita ini tidak berdaya kalo kita diam saja,” tegasnya lagi.

Baca Juga  Kejati Tetapkan AO Bank Sumsel Babel Pangkalpinang Tersangka Tipikor KUR PT HKL

Disamping itu, lanjut Akhsan, sebagian penyertaan modal yang ada di Bank Sumsel Babel juga uang dari masyarakat Babel, sehingga haruslah dipertanggung jawabkan sesuai dengan aturan.

“Jangan sampai nanti semua berkhianat, kita diam saja,” tutupnya.

Pernyataan Akhsan Visyawan terkait sikap pemerintah atas terjadinya Kasus dugaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Fiktif yang menerpa Bank Sumsel Babel ini memang masih menimbulkan tanda tanya.