Penderita HIV di Basel Capai 42 Orang, Dinkes Lakukan Pemeriksaan 36 Wanita Pekerja Malam di Toboali
Walaupun tidak melakukan hubungan seksual HIV dapat menyebar melalui aktivitas lainnya yang berisiko.
“Mereka ini rentan menderita penyakit infeksi menular seksual (IMS-Red). Begitu pula untuk Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender atau LGBT sangat berpotensi menularkan IMS,” tegas Agus Pranawa.
Di samping itu lanjut dia, selain melakukan pemeriksaan HIV dinas turut memberikan edukasi cara berhubungan intim yang aman dan minim risiko dengan menggunakan alat kontrasepsi alias kondom.
Edukasi itu diharapkan mampu menekan kenaikan kasus HIV yang terus bertambah setiap tahunnya. Pembagian kondom atau alokasi kondom merupakan intervensi perubahan perilaku.
Agar pencegahan HIV tidak meluas dan memutus mata rantai penularan HIV dan IMS.
Awalnya pekerja seks tidak menggunakan kondom dapat menggunakan kondom. Sementara itu jika nantinya terdapat WPS yang terdeteksi HIV sesegera mungkin akan dilakukan konseling.
Akan tetapi, tetap dilakukan konfirmasi ulang dengan melakukan tes pengambilan sampel darah menggunakan metode rapid tes.
“Karena untuk tes HIV minimal dilakukan per tiga bulan sampai enam bulan. Mulai dari windows period sampai masa inkubasi,” ucapnya.
Meskipun begitu kata Agus Pranawa, sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil tes yang dilakukan. Diperkirakan dalam waktu dekat hasil tersebut akan segera keluar.
Sehingga diketahui pekerja hiburan malam yang terdeteksi menderita penyakit IMS. Pihaknya juga menargetkan masyarakat yang tinggal di tiga kawasan lokalisasi di Kabupaten Bangka Selatan dilakukan pemeriksaan tes kesehatan dan HIV.
“Untuk hari ini belum ada hasilnya karena nanti kita masih menunggu. Untuk dua kawasan lokalisasi lainnya akan kita lakukan skrining,” tutup Agus Pranawa.
