2 Tahun Mengaguminya hanyalah Sia-Sia
Di situ aku gak mau balas chat dia lagi, soalnya aku udah mati topik. Dari situ hatiku sangatlah senang, Yey, akhirnya nanti bakal satu sekolah lagi sama dia.”
Di tanggal 21 April 2024, aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku selama setahun ini, lalu aku chatting dengannya.
“Bang, aku boleh jujur gak?” ucapku.
“Boleh, jujur kenapa?” jawabnya.
Jantungku rasanya dag dig dug.
“Aku sebenernya suka sama Abang dari kelas VII, gak papa kan kalau aku suka sama kmu?” ucapku mengungkapkan isi hatiku selama ini.
“Gak papa kok,” jawabnya singkat.
Kukira responnya bakalan ngecewain, ternyata membahagiakan, dan aku basa basi bertanya lagi.
“Tapi takutnya nanti Abang ilfil sama aku, karena aku jelek.” ucapku
“Gak boleh ngomong kayak gitu, semua manusia sempurna.” sahutnya sembari sedikit menasehati.
“Hehehe iya, ya.” jawabku kepadanya.
Kami chattingan panjang banget. Akhirnya aku bisa merasa deket sama dia.Tak lama kemudian dia memposting foto ceweknya. Hatiku benar-benar hancur banget. Kukira dia menyukaiku, ternyata cuma dianggap sebatas adek kelas.
“Duh, aku ga mau lagi berharap sama orang.”gumam ku didalam hatiku ini.
Walau aku satu sekolah lagi dengannya, tapi perasaanku sudah tidak seperti dulu lagi,karna aku berprinsip ngapain mencintai pacar orang, aku bukan siapa-siapa bagi dia, dia juga udah bahagia sama pasangannya.
Finally perasaanku kepadanya sudah hilang, biasanya kalau ketemu dia salting-salting gak jelas. sekarang, sudah biasa saja.
Alasanku tidak mengaguminya lagi karena tidak berguna bagiku. Buat apa mencintainya, tapi dia mencintai orng lain. Semoga suatu saat nanti dia bisa mencintaiku, karna aku akan tetap menunggunya sampai dia mencintaiku balik. Tapi kalau dia bukan takdir ku, aku akan melupakan dia selama-lamanya.
Simpang Rimba 23 juli 2024.
