Berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik BPS pada Senin (6/5/2024) lalu disebutkan, Pertumbuhan ekonomi Babel pada triwulan I hanya berada di angka 1,01 (yoy).

Provinsi Bangka Belitung berada di posisi ke-10 setelah Lampung dengan angka pertumbuhan ekonomi 3,42.

Sementara posisi pertama ditempati oleh Provinsin Sumatera Selatan 5,06. Kepulauan Riau 5,01, Sumatera Utara 4,88, Aceh 4,82, dan Bengkulu 4,54.

Sedangkan Sumatera Barat 4,37, menyusul Jambi 3,81 dan Riau 3,42.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat pertumbuhan ekonomi Babel berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bangka Belitung triwulan I 2024 tumbuh 1,01% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,00% (yoy).

Baca Juga  Imbas 2 Perusahaan Sawit Tutup, Kini PT MSE Setop Salurkan Listrik, 2000 Rumah Tangga Terdampak

Dari sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi Babel pada Tw I 2024 didorong oleh kinerja LU utama yaitu LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 5,28% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Tw sebelumnya yang terkontraksi 1,28% (yoy).

“Adapun pertumbuhan kinerja LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan utamanya dipengaruhi oleh meningkatnya produksi perikanan. Selain itu, produksi perkebunan tahunan juga turut mengalami peningkatan, antara lain produksi kelapa sawit, lada, dan karet,” kata Kepala BPS Babel, Toto Haryanto Silitonga, dikutip di rri.co.id

Sementara itu, LU Pertambangan dan Penggalian terkontraksi 10,09% (yoy), melanjutkan kontraksi pada Tw sebelumnya sebesar 1,34% (yoy). Searah dengan LU Pertambangan, LU Industri Pengolahan terkontraksi 4,99% (yoy), menurun dibandingkan Tw sebelumnya yang tumbuh 3,08% (yoy).

Baca Juga  Babel Tuan Rumah Konreg PDRB-ISE se-Sumatera Tahun 2023

“Subkategori industri logam dasar yang ditopang oleh logam timah mengalami penurunan cukup dalam seiring terkendalanya perolehan bahan baku bijih timah. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh RKAB smelter timah yang belum terbit seluruhnya pada Februari 2024. Namun demikian, kinerja pertumbuhan industri makanan dan minuman (industri minyak kelapa sawit/CPO) menahan perlambatan LU Industri Pengolahan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy mengatakan, pihaknya senantiasa mempererat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta mitra strategis lainnya untuk terus memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi baru dan kebangkitan sektor ekonomi unggulan yang memiliki daya ungkit di wilayah Babel .

“BI Babel dan Pemerintah Daerah akan terus mendorong promosi pariwisata, produk UMKM, ekonomi keuangan syariah, dan digitalisasi sistem pembayaran,” ucap Rommy.

Baca Juga  Ini 5 Negara Tujuan Ekspor Timah Bangka Belitung

Sumber: Berita Resmi Statistik BPS Babel