Dari data rilis BPS, Provinsi Babel tercatat mengalami inflasi year on year sebesar 0,84 persen dan deflasi month to month sebesar 0,39 persen dengan Indeks Harga konsumen (IHK) 103,54. Andil inflasi year on year utamanya disumbang oleh komoditas beras, sigaret kretek mesin, dan emas perhiasan. Sementara itu andil deflasi month to month utamanya disumbang komoditas bawang merah, cabai merah, dan beras.

Pj Gubernur Safrizal mengungkapkan bahwa tidak ada gejolak komoditi harga, dan saat ini inflasi Babel rendah dan stabil. Dikatakannya, hari ini rata-rata harga komoditi kita di sektor paling bawah, dan ini harus dijaga agar kita paling bawah walaupun kita ada resiko juga mengalami inflasi di beberapa komoditi.

Baca Juga  Babel Tuan Rumah Konreg PDRB-ISE se-Sumatera Tahun 2023

“Karena berdasarkan informasi dari BMKG akan masuk ke musim panas ini berisiko bagi beberapa komoditi yang membutuhkan cukup air bagi tanaman petani, misalnya bawang merah kemudian cabai merah kemudian termasuk padi. Ini di beberapa lokasi digital seperti di Toboali ada beberapa lahan yang sudah mulai kekeringan air sehingga komoditinya diubah dari komoditi yang membutuhkan cukup air menjadi komoditi yang dengan sedikit air pun masih tetap bisa tumbuh,” ujarnya.

Sehingga dijelaskannya, perlu strategi-strategi guna menjaga supaya inflasi ini tetap rendah namun tidak terlalu fluktuatif.

“Jadi kalau turun, ya turunnya pelan-pelan kalau naik maka naiknya pelan-pelan. Inflasi kita ini masih rendah terbawah se Indonesia jadi, bahan pokok ini rendah malahan bahan-bahan olahan juga akan ikut rendah. Nah jadi misalnya harga beras rendah, harga cabe rendah, harga bawang rendah, maka berikutnya harga-harga di rumah makan akan ikut stabil rendah,” tambahnya.

Baca Juga  Jumlah Penduduk Miskin di Babel Naik Jadi 78.580 Orang