“Krek, Aduhh sobek kerudung aku Tia,” ucap Iren sambil berkaca-kaca matanya, ingin menangis.

“Kenapa … kenapa Iren, kok bisa, Iren, kamu tidak hati-hati. Lain kali hati-hati ya, Iren,” tanyanya .

“Hmm, Bagaimana ini Tia, ini kerudung Kakak aku, aku harus bilang apa?” ucap Iren Sambil menangis.

“Udah, udah, nanti aku bantu ngomong sama Kakak kamu, ya, Ren,” jawab Tia sambil memeluk Iren.

Saat itu pun, mereka bergegas ke kamar menuju Kakak Iren untuk memberi tahu kerudung kakaknya Iren sobek karena tidak sengaja Iren,Tapi Iren sangat takut dimarahi kakaknya, Tia pun membujuknya untuk jujur saja,dari pada kakaknya tahu dengan sendirinya.

“K-kak, Iren minta maaf, ya,” ucap Iren sambil panik.

Baca Juga  Hukum di Akhir Zaman

“Eh, eh, tiba-tiba sekali, dek? Kenapa Dek?” tanya Kakak Iren.

“Iren tidak sengaja, menyobek kerudung Kakak,” ucap Tia sambil panik.

“Aduh, kirain Kakak kenapa, Tia, gak papa, Dek, Kakak senang kamu jujur. Lain kali suruh Iren ya,” sahut Kakak Iren sambil tertawa kecil,sambil mengelus rambut Iren dan Tia.

“Jadi Kakak tidak marah?” tanya Tia dan Iren dengan gembira.

“Tidak dong, bagus, harus jujur terus ya, kalian berdua,” sahut Kakak Iren.

Dengan perasaan yang penuh gembira, Tia, Kakak Iren, dan Iren saling tertawa gembira. Kan bagus kalau Adek-Adek kakak jujur. Mereka saling menasihati.

“Gih mandi, Iren dan Tia, gantian,” ucap Kakak Iren.

Baca Juga  Suatu Malam di Gaza

“Siap, Kakak,” sahut Tia dan Iren bersamaan.

“Aku duluan, aku duluan.” Mereka saling berebutan untuk mandi duluan

“Gantian, gantian, Kakak marah ni.

“Ya udah, Tia mandi duluan aja.”

“Kamu aja duluan, Ren,”

“Haduh, berdua ini, pantesan temenan ya,” ucap Kakaknya Iren sambil geleng-geleng kepalanya.

Tempat kenangan mereka, bebatuan tepi pantai dengan segala kesenangan mereka selalu di sana. Mereka berdua berharap selalu bersama dan tidak bakal dijauhi dengan jarak tempat yang jauh.

Simpang Rimba, 26 Juli 2024