“Ya, gak usah capek-capek lain kali. Emang Ummi tadi ngelakuin apa, selain beberes?”

“Ya, beberas aja. Gak ada yang lain. Ambilin air hangat, ya,” perintah Ummi selanjutnya.

Untunglah sesaknya hanya sesaat. Berangsur normal kembali.

“Mi, kita belum masak, ya?” tanya Ahsan.

“Belom, katanya tadi suruh gak usah capek-capek. Ya udah, ini lagi istirahat. Kamu aja yang masak, ya. Bahannya ada di situ semua.” Ummi tersenyum.

“Ish, Ummi licik. Ya udah, mau masak apa?”

“Ya, kan konsekuensi jangan capek, hehe. Terserahlah masak apa, yang penting bisa dimakan,” jawab Ummi.

Alhamdulillah, ya, punya anak berbakti, mau dimintai tolong untuk masak. Mau mijitin. Ummi santai aja, ngetik cerita untuk dikirim ke media timeline.id.

Baca Juga  Ketika yang Sementara Menjadi Berharga

Tadi si Ahsan sendiri yang bilang kalau Ummi gak usah capek. Kalau capek istirahat, biar gak kambuh asmanya. Mumpung ada anak di rumah. Ada yang bisa dimintai masak di dapur. Happy Sunday semua. Hari ini semoga lebih berbahagia dari kemarin.

Dengan perasaan bahagia, semua sakit berangsur menghilang. Berbahagialah dengan versi terbaik kita. Namun jangan bertentangan dengan syariat.