Korban dikabarkan hilang bermula dari orang tuanya yang mencari keberadaan Kahpi pada Jumat (9/8/2024) sekira pukul 01.00 Wib. Saat itu, orang tuanya mencari keberadaan korban di kamar. Namun mereka tidak mendapati kalau korban berada di dalam kamarnya.

Mengetahui hal itu, orang tua korban bersama anaknya mengecek keberadaan Kahpi ke Dermaga Sungai Mendo. Akan tetapi, setibanya di dermaga tersebut, perahu milik korban yang biasanya digunakan untuk memancing tidak ditemukan.

Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian hilangnya anak mereka ke warga desa. Bersama warga desa, lalu berusaha mencari keberadaan korban. Pada Jumat (9/8/2024) sekira pukul 10.00 Wib, warga menemukan perahu dan perlengkapan diduga milik korban.

Baca Juga  Bocah 7 Tahun yang Hilang di Dermaga Manggar Ditemukan Mengapung

Posisinya berada di hulu Sungai Mendo dalam keadaan hanyut dan tersangkut di pohon rasau. Diduga, korban Kahpi hilang setelah pergi ke Sungai Mendo pada Kamis (8/8/2024) kemarin. Kahpi hilang setelah pulang dari kebun dan pergi memasang tajur ikan di sungai.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa membenarkan adanya kejadian itu. Menurut dia, sejak Jumat (9/8/2024) pagi hingga sore hari warga berusaha mencari korban dengan melakukan penyisiran di alur sungai.

“Namun korban belum juga ditemukan. Kemudian keluarga korban melaporkan kejadian itu ke kita untuk meminta bantuan SAR. Menerima informasi itu, kita memberangkatkan 1 tim rescue menuju ke LKP kejadian yang berada di Sungai Desa Mendo,” ujarnya.

Baca Juga  Satu Kantong Sampah, Seribu Harapan untuk Lingkungan: Praktik Nyata Mahasiswa Hukum UBB

Lebih lanjut, setiba di lokasi Tim SAR Gabungan terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Polsek Mendobarat melakukan pencarian terhadap korban. Juga diikuti Babinsa Mendobarat, BPBD Bangka, Laskar Sekaban, Sakasar, aparat desa hingga warga.

“Jadi tim sudah berupaya melakukan pencarian terhadap korban dengan menyusuri sungai hingga malam hari guna mencari korban. Kami bersama Tim SAR Gabungan akan terus mengupayakan pencarian terhadap korban,” katanya.

“Pencarian dilakukan dengan menyisiri sungai menggunakan rubber boat dan kapal milik warga serta didukung oleh alut drone thermal yang mampu melakukan pencarian di malam hari. Semoga upaya pencarian bersama ini dapat membuahkan hasil yang maksimal dan korban dapat dengan segera ditemukan,” jelas Oka.

Baca Juga  Tak Terima Diputus, Pria Ini Nekat Sebar Video Syur Remaja di Bangka