Saat ini, tim kewirausahaan menghadapi tantangan dalam mengolah lahan kosong dari pabrik kelapa sawit menjadi kompos. Proses pengolahan ini diperkirakan memerlukan waktu sekitar 7-10 bulan.

Dalam jangka pendek, tim menyadari bahwa usaha ini belum menguntungkan karena perputarannya yang lambat. Mereka sedang meneliti pengembangan bioverter untuk mempercepat proses fermentasi kompos dari 7-10 bulan menjadi 2-3 bulan, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi produksi.

Untuk mendukung proyek ini, tim menginvestasikan modal sebesar 100 juta rupiah, dengan tambahan bantuan sebesar 5 juta rupiah dari Universitas Bangka Belitung (UBB).

Tim menganggap pengeluaran modal sebesar ini sebagai investasi langkah awal dalam usaha jangka panjang, meskipun saat ini modal yang dikeluarkan cukup besar.

Baca Juga  Selamat! Ini Pemenang Pawai dan Karnaval HUT ke-78 RI di Kabupaten Bangka

Mereka yakin bahwa dengan keberlanjutan dan pengembangan yang tepat, proyek ini akan membuahkan hasil yang menguntungkan di masa depan.*