Ini 4 Karya Budaya Bangka Selatan yang Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Belacan Habang merupakan warisan kuliner yang telah ada di Kota Toboali. Bumbu tradisional ini telah diwariskan secara turun-temurun di wilayah Kota Toboali sebagai daerah pesisir.
Belacan Habang diproduksi dari melimpahnya hasil tangkapan udang rebon atau udang sungkur di perairan Toboali. Kebiasaan masyarakat Toboali yang mengonsumsi udang sungkur mendorong para nelayan untuk memanfaatkan hasil tangkapan mereka dengan lebih efisien, salah satunya dengan membuat belacan.
Nama belacan sendiri berasal dari istilah yang digunakan oleh masyarakat Melayu untuk menyebut produk fermentasi hewani seperti dari udang atau ikan, dulunya dikenal sebagai acan atau terasi. Penamaannya mirip dengan produk fermentasi dari tumbuhan atau sayur-sayuran yang dikenal sebagai acar. Sedangkan, Kata “Habang” merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk kepada Kota Toboali sejak zaman dahulu.
3. Bungkol Desa Pangkalbuluh

Bungkol Desa Pangkalbuluh merupakan salah satu bentuk makanan tradisional yang memiliki arti spesifik, Bung yakni daun kabung, dan Kol yakni diengkol, dibuat dengan cara digulung dalam bentuk corong yang dikenal dengan istilah urung.
Daun tersebut kemudian diikat dengan sisa daun kabung untuk menjaga agar lapisan Bongkol tidak terbuka saat proses perebusan. Biasanya Bungkol dinikmati dengan sambel asem dan kuah srikaya yang sudah menjadi kesatuan sebagai kuliner khas lokal. Bungkol diwariskan secara turun temurun, dengan prevalensi yang signifikan di Desa Pangkalbuluh, Kecamatan Payung.
4. Mie Habang

Mie Habang yang dikenal sebagai Mie kuah ikan Kota Toboali, menurut informasi dan keterangan orang-orang tua dulunya didaerah Toboali kebanyakan hanya mengkonsumsi mie dengan minyak yang ditaburi dengan rempah-rempah seperti lada dan bawang serta lauk pauk seperti ayam yang dimasak seperti sup.
Namun, seiring waktu masyarakat Toboali mengubahnya serta menambahkan sesuai kebiasaan masyarakat Toboali mengkonsumsi Ikan atau kuah ikan. Mirip dengan makanan tradisional Lakso, Bergo dan Pentiaw yang berkuah ikan yang sudah lama ada di Toboali.
