Selanjutnya pelaku keempat berinisial FA terlibat menyampaikan provokasi di media sosial untuk membakar tempat peribadatan (gereja) saat kunjungan Paus ke Jakarta. Dia ditindak di kawasan Bekasi Timur pada hari Selasa (3/9/2024) sekitar pukul 08.13 Wib.

Pelaku kelima berinisial HS terliba menyerukan narasi provokasi di kolom komentar akun Youtube Komsos Koferensi Wali Gereja Indonesia dengan kalimat ‘SAYA AKAN BOM PAUS..SAYA TERORIST…HATI2 AJA…TUNGGU KABAR YEEE”. Yang bersangkutan diamankan di Kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Bangka Belitung pada hari Rabu (4/9/2024) sekitar pukul 13.30 Wib.

Tersangka keenam yakni berinisial ER yang terlibat menggunakan akun Akun ABU MUSTAQIIM berkomentar di Facebook dengan kalimat provokasi yakni ‘…BBBOOOMMM…!!!’ sebagai tanggapan atas Khutbah Paus Fransuscus yang akan Khutbah di Masjid Istiqlal.

Baca Juga  Gunakan Pesawat TNI AU, Ini Kata Ma'ruf Amin saat Tiba di Bangka Belitung

Selain itu tersangka ER juga berbaita kepada ISIS di tahun 2014 dan memiliki keinginan untuk hijrah. ER ditangkap di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi pada hari Rabu (4/9/2024) sekitar pukul 20.53 WIB.

Tersangka terakhir yakni berinisial RS yang ditindak di wilayah Padang pada hari Kamis (5/9/2024) pukul 19.35 WIB atas keterlibatannya melakukan provokasi di media sosial tiktok pada tanggal 5 September 2024 Pukul 16.12 WIB dengan narasi ancaman untuk melakukan penembakan Terhadap Paus dengan kalimat ‘Gw dah di istana mau nembak si paus’.

Sumber: PMJNews.com