BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Joko Triadhi mengungkapkan Bangka Tengah pernah mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi sebanyak dua kali.

Kontraksi yang dimaksud merujuk pada fase siklus pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan mengalami penurunan atau minus.

“Bangka Tengah pernah mengalami 2 kali kontraksi, artinya ekonomi pertumbuhannya minus, pertama saat Kobatin tutup, kemudian pada saat covid-19,” ungkap Joko, Kamis (12/9/2024).

Menurut Joko, meski sektor pertambangan saat ini sedang melemah, pihakanya memprediksi pertumbuhan ekonomi di Bangka Tengah masih tumbuh.

“Kita prediksi masih tumbuh, namun perkiraan hanya 0,5 sampai 1 persen,” ucapnya.

Ia juga berpesan, agar lebih pintar lagi dalam menyikapi data.

Baca Juga  Wamendes PDT Tinjau Langsung Simulasi Makan Bergizi yang Didukung PT Timah di Bangka Tengah

“Ada data yang terlihat baik-baik saja, namun jika kita dalami belum tentu bagus, misalnya data rata-rata masyarakat kita adalah yang paling bagus se-Indonesia, namun rata ini ada dua pilihan, rata sama-sama tinggi atau rata sama-sama rendah,” terangnya.