“Setelah saya lihat, kecendrungan rata-ratanya sama-sama rendah, khusus Bangka Tengah saja angka kemiskinan yang saat ini meningkat, itu karena rata-rata pendapatan ada di sekitaran garis kemiskinan,” sambungnya.

Kata dia, penyebab inflasi rendahnya karena apa, atau karena kita bisa menstabilkan antara supply dan demand atau karena masyarakat tidak mampu beli.

“Kita ini yang terjadi, masyarakat daya belinya menurun, maka permintaan akan barang juga berkurang, barang tersedia di pasar, harga juga tidak terlalu tinggi, karena itu inflasi rendah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun 2024 akan melambat karena melemahnya sektor pertambangan.

Kepala Bappeda Bangka Tengah, Joko Triadhi, Kabupaten Bangka Tengah masih bergantung pada sektor pertambangan yang menyumbang 11 sampai 12 persen produk domestik bruto (PDB).

Baca Juga  Ratusan Kendaraan Dinas Bateng Nunggak Pajak, Batianus Kecewa OPD Lalai

Ia menjelaskan, sektor lain seperti jasa dan pariwisata untuk sementara ini belum signifikan mengangkat laju percepatan pertumbuhan ekonomi di Bangka Tengah.