“Tahun kemarin sudah ada, tapi baru coba-coba dan kita mulai tahun ini, sedangkan untuk masa panen sekitar 5 bulan,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk program Tampah Duit ini memang tidak ada anggaran, namun DPKP Bangka Tengah turut membantu lewat pupuk dan kapur.

“Kalau anggaran kita tidak ada, bibit dari saya pribadi, sedangkan Dinas bantu pupuk dan kapur,” ujarnya.

Kata Dian, petani yang menanam padi hume di sela kebun sawit memang tidak banyak, karena pemerintah daerah baru menggalakkan program ini.

“Selama ini, petani lebih memilih menanam semangka dan lainnya, daripada padi hume, sedangkan kebutuhan beras kita tinggi, setidaknya jika masyarakat berhasil menanam padi hume ini, bisa memenuhi kebutuhan beras untuk keluarga dan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Baca Juga  Indahnya Kolong Biru Desa Nibung, Peraih Nominasi Anugerah Pesona Indonesia