“Tidak lucu, jika baru dipasang, langsung rusak, karena baterainnya dicuri, apalagi 1 lampu PJUTS ini bisa Rp15 hingga Rp35 juta tergantung spesifikasi,” ujarnya.

Dengan maraknya aksi pencurian baterai lampu PJUTS, pihaknya menyarankan kepada pihak pusat untuk bantuan lampu PJUPLN saja.

“Kami tidak mau lagi pakai PJUTS dan kami sarankan ke APBN Kementrian jangan pakai PJUTS, karena baterainya pasti bakal hilang,” ujarnya.

“Mau nanti kita pasang di dekat perumahan, bisa saja oknum ini diduga pakai rompi seperti teknisi dan masyarakat tidak curiga, jadi kita usulkan yang konvensional PJUPLN,” lanjutnya.

Dikatakan Fernando, PJUPLN dan PJUTS ini sama-sama bagus dan tidak ada permasalahan, cuma kondisinya jika PJUTS harus pemasangan dengan tiang dan membutuhkan biaya yang besar.

Baca Juga  Mantap! Bangka Tengah Miliki 41 Guru Bersertifikat Google Educator Level 1

“Kalau PJUPLN hanya pemasangan lampu dengan kabel kwh, sekitar Rp8 jutaan,” terangnya.

Ia mengajak, agar masyarakat bisa bersama-sama menjaga fasilitas yang telah disediakan.

“Dengan aksi pencurian ini, kita pasti rugi, sudah dapat bantuan, namun ada oknum yang tidak bertanggung jawab merusak fasilitas umum,” ujarnya.

“Ini fasilitas umum, jadi mari sama-sama menjaga, kita juga yang menikmati, kalau jalanan terang, kita juga yang nyaman,” imbuhnya.