BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID – Sedikitnya 10.000 kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan dinonaktifkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penonaktifan layanan BPJS kesehatan masyarakat tersebut dilakukan sejak awal bulan September 2024 kemarin.

Penyebabnya adalah anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) mengalami defisit pada tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Dr Agus Pranawa menyebut sebanyak 10.000 BPJS warga Basel sudah tidak aktif per September 2024.

Mereka adalah warga dengan kepesertaan kategori penerima bantuan iuran (PBI) dari APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Agus Pranawa memaparkan awalnya Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menanggung sekitar 14.000 lebih jaminan BPJS kesehatan masyarakat kategori PBI di Kabupaten Bangka Selatan.

Baca Juga  Polres Basel Sembelih 13 Hewan Kurban, AKBP Trihanto: Wujud Kepedulian terhadap Warga Kurang Mampu

Jumlah itu naik secara bertahap dari semula 5.000 jiwa, kemudian bertambah menjadi 10.000 jiwa dan sampai akhirnya bertambah menjadi 14.000 jiwa yang ditanggung sejak beberapa tahun lalu.

Hingga September 2024 jumlah itu berkurang menjadi 4.000 jiwa saja yang dijamin.

Sedangkan 10.000 jiwa di antaranya jaminan kesehatannya dicabut atau tidak diaktifkan.