Oleh: Ummi Sulis

Aku menatap takpercaya pada pemuda ganteng yang meninggalkanku di belakang sekolah sendirian. Lebih takpercaya lagi menyaksikan lengan bekas diambil darah yang sekarang tertutup plaster imut bergambar hello Kitty. Aku shock berat. Dengan perlahan, aku menuju ruang kelas. Melewati kerumunan anak lelaki yang sepertinya sedang bergibah. Ada Emir di sana. Wajahnya cerah bersinar, tak sepucat saat bertemu tadi.

Baca Juga  Emir Melarikan Diri