Pentigraf: Obat untuk Drakula
Ih, kalau diingat, kenapa pula lenganku bisa dipegangnya, darahku diambilnya. Sungguh di luar nurul. Kenapa pula aku terhipnotis, kenapa dia bisa, aku kan taksuka dipegang lawan jenis, aku kan ditakuti, kenapa tak ditendang saja saat dia mendekatiku. Apa guna sabuk hitam juara nasionalku? Sekarang aku menjadi dekat, padahal aku gak mau dekat.
“Juwi, kau di sini? Aku mencarimu tadi. Tolongin aku lagi, ya?” katamu sambil ikut duduk di bawah pohon mangga. Aneh, koq dia tahu aku di sini, tajam sekali penciumannya. Aku tanya kenapa dia bisa menemukanku, darahku tercium hingga ratusan meter dari titik dia berada. Eh, apa karena aku lagi halangan, ya? Dia kan sekarang setengah setan, wajar kalau bisa mencium darahku. Aku harus menolongnya lagi, mencarikan darah A plus. Kenapa aku bersekutu dengan setan, Allahu Kariiim, hiks.
