Oleh : Heri Suheri, C.IJ.,C.PW , CA-HNR.,C.FLS.

Dalam momentum Pelantikan Ir. Fadillah Sabri., S.T., M.Eng., IPM sebagai Rektor Unmuh Babel yang dilakukan langsung oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah di Auditorium Sofyan Tsauri, Unmuh Babel pada Sabtu (12/10/2024), PJ Gubernur Bangka Belitung menuliskan pesan untuk Rektor Unmuh Babel terpilih: “Mari Dampingi Masyarakat Desa untuk Mewujudkan Transformasi Ekonomi di Babel”.

Ajakan PJ Gubernur Provinsi Bangka Belitung Sugito, S.Sos.,M.H dapat dimaknai  ajakan untuk seluruh perguruan tinggi yang ada di kepulauan Babel untuk terus berpartisipasi aktif dalam pengabdiannya demi kemajuan Bangka Belitung.

Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam pendampingan masyarakat desa, terutama dalam mewujudkan transformasi ekonomi di daerah seperti Bangka Belitung (Babel). Transformasi ekonomi desa memerlukan kolaborasi berbagai pihak, dan perguruan tinggi dapat menjadi motor penggerak dengan memanfaatkan sumber daya pengetahuan, inovasi, dan keahlian.

Pertama, perguruan tinggi dapat berfungsi sebagai pusat penelitian dan pengembangan untuk mendukung inovasi lokal. Melalui penelitian yang aplikatif, perguruan tinggi di Babel dapat membantu masyarakat desa menemukan potensi ekonomi baru dalam sektor agrikultur, pariwisata, dan kerajinan lokal. Dengan mengembangkan teknologi pertanian tepat guna atau teknik pengolahan produk lokal yang lebih efisien, perguruan tinggi dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing produk desa.

Baca Juga  Imaji Politik Rakyat

Kedua, peran perguruan tinggi juga vital dalam pendidikan dan pelatihan. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program pelatihan bagi masyarakat desa untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam bidang tertentu, seperti manajemen usaha kecil dan menengah, pemasaran digital, atau pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Selain itu, dengan mendekatkan pendidikan tinggi kepada masyarakat desa, generasi muda di Babel dapat lebih mudah mengakses pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Ketiga, perguruan tinggi dapat menjadi mediator yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, swasta, dan organisasi non-pemerintah, untuk bekerja sama membangun desa. Dengan memfasilitasi dialog dan pertukaran ide, perguruan tinggi dapat membantu menciptakan kebijakan yang lebih efektif dalam pengembangan desa dan mendukung implementasi program yang tepat sasaran.

Baca Juga  Melestarikan Budaya Bangsa dalam Prespektif Ketahanan Nasional Indonesia

Dalam mewujudkan transformasi ekonomi, dukungan perguruan tinggi dalam hal kewirausahaan sangat penting. Perguruan tinggi dapat menginspirasi dan mendampingi wirausaha muda desa untuk menumbuhkan usaha kreatif berbasis potensi lokal. Pendampingan ini dapat berupa konsultasi bisnis, bimbingan pemasaran, hingga akses ke sumber pendanaan yang mungkin sulit dijangkau oleh wirausaha desa.

Berikut ini adalah beberapa contoh kemitraan sukses antara universitas dan komunitas dalam pengembangan pedesaan:

Universitas Gadjah Mada Desa Partner di Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) telah bekerja sama dengan sejumlah desa di Yogyakarta. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pengembangan lingkungan berkelanjutan.

Universitas BrawijayaProgram Desa Olahraga: Universitas Brawijaya Malang telah menginisiasi program yang memanfaatkan olahraga sebagai sarana pengembangan sosial dan ekonomi di desa-desa di Kabupaten Malang. Melalui program ini, mereka memperkenalkan infrastruktur olahraga serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sehat.

Baca Juga  Transformasi Ekonomi Berkelanjutan Kata Kunci Pertumbuhan Bangka Belitung

Institut Pertanian BogorPendampingan Kelompok Tani: Melalui Fakultas Pertanian, IPB melaksanakan program pendampingan untuk kelompok tani di pedesaan. Program ini mencakup pelatihan teknis, manajemen agribisnis, dan akses pasar yang lebih baik untuk produk pertanian lokal.

Universitas Padjadjaran – Program Desa Wisata: Universitas Padjadjaran telah mengembangkan program pengembangan desa wisata di kawasan Jawa Barat. Dengan fokus pada pelatihan manajemen pariwisata dan pelestarian budaya, program ini membantu desa-desa memperoleh pendapatan tambahan dari sektor pariwisata.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember – Inovasi Teknologi untuk Desa: ITS Surabaya bekerja sama dengan komunitas desa dalam pengembangan solusi teknologi tepat guna, seperti sistem irigasi pintar dan pengolahan limbah menjadi energi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas komunitas rural.